Manakah yang bisa disebut kalimat?
- Berdiri aku di senja senyap.
- Mendirikan pabrik baja di Cilegon.
- Berenang itu menyehatkan kita.
- Karena perbuatannya sangat tidak manusiawi.
Pengertian Kalimat
Yang dimaksud dengan kalimat adalah susunan kata yang
mengungkapkan pikiran yang utuh. Kalimat, baik lisan maupun tulisan,
sekurangnya harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). Jika tidak memiliki
unsur S atau P, pernyataan itu tidak bisa disebut kalimat. Susunan kata yang
seperti itu ialah frasa.
Jika
dilihat dari predikatnya, kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia dapat
digolongkan menjadi dua macam, yaitu
a. kalimat-kalimat yang berpredikat kata kerja
dan
b. kalimat-kalimat yang berpredikat selain kata
kerja
Namun, dalam pemakaian sehari-hari, jumlah kalimat yang
berpredikat kata kerja lebih besar daripada kalimat yang berpredikat selain
kata kerja. Hal itu memudahkan kita dalam menentukan predikat sebuah kalimat.
Misalnya, jika ada kata kerja dalam susunan kalimat, kata kerja itulah yang
kita cadangkan sebagai predikat dalam kalimat itu.
Contoh:
Proyek
raksasa itu dikerjakan oleh para mahasiswa FTI UBL.
Kata
kerja dalam kalimat itu ialah dikerjakan. Kata dikerjakan merupakan
predikat dalam kalimat itu. Setelah menemukan predikat, kita dapat menentukan
subjek dengan cara bertanya dengan menggunakan predikat, seperti berikut ini.
Apa
yang dikerjakan oleh para mahasiswa FTI Universitas Merah Putih?
Jawaban
pertanyaan itu ialah proyek saksasa itu. Deretan kata proyek saksasa
itu merupakan subjek kalimat tersebut. Jadi, susunan kata Proyek raksasa
itu dikerjakan oleh para mahasiswa FTI Universitas Merah Putih bisa
dikatakan sebagai kalimat karena memiliki subjek dan predikat.
Perhatikan kalimat berikut ini.
Harga buku itu dua
puluh ribu rupiah.
Komputer itu rusak.
Ayahku dokter.
Ketiga kalimat di atas merupakan contoh kalimat yang
berpredikat selain kata kerja.
Harga
buku itu / dua puluh ribu rupiah.
S P
(K.Bil.)
Komputer
itu / rusak.
S
P (KS)
Ayahku
/ dokter
S P
(KB)
Pola Kalimat Dasar
Berdasarkan penelitian para ahli, pola kalimat dasar dalam
bahasa Indonesia ialah sebagai berikut.
- KB + KK : Virus menyebar.
- KB + KS : Komputer itu rusak.
- KB + KBil : Nilainya seratus.
- KB1 + KK + KB2 : Neutron membeli roti.
- KB1 + KK + KB2 + KB3 : Agus membawakan Noris buku.
- KB1 + KB2 : Reza petani.
Keenam
pola kalimat dasar iu dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula
pola-pola dasar itu digabung-gabungkan sehingga kalimat menjadi luas dan
kompleks.
Jenis Kalimat Menurut Struktur Gramatikalnya
Menurut strukturnya, kalimat dapat
digolongkan atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat tunggal memiliki
satu gagasan, sedangkan kalimat majemuk memiliki gagasan yang bersegi-segi. Kalimat
majemuk dapat bersifat setara, tidak setara (bertingkat), dan campuran.
Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang
terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Meskipun hanya terdiri atas satu
subjek dan satu predikat, bukan berarti bahwa kalimat tunggal selalu merupakan
kalimat yang pendek. Kalimat-kalimat yang panjang pun dapat dikembalikan kepada
kalimat-kalimat dasar yang sederhana. Kalimat-kalimat tunggal yang sederhana
itu terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara terjadi dari penggabungan dua kalimat tunggal atau
lebih. Kalimat majemuk setara dikelompokkan menjadi empat jenis sebagai
berikut.
Kalimat Majemuk Setara Penjumlahan
Kalimat
ini merupakan hasil penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih yang
dihubungkan dengan kata dan atau serta jika kedua kalimat tunggal
atau lebih itu sejalan.
Contoh:
Dosen
menjelaskan.
Mahasiswa
mendengarkan.
Dosen
menjelaskan dan mahasiswa mendengarkan.
Kalimat Majemuk Setara Pertentangan.
Kalimat ini merupakan hasil penggabungan dua kalimat tunggal
atau lebih yang dihubungkan dengan kata tetapi, sedangkan, dan melainkan
jika kedua kalimat tunggal atau lebih itu menunjukkan pertentangan.
Contoh:
Ia
bukan mahasiswa FTI, melainkan mahasiswa Fikom.
Puspitek
terletak di Serpong, sedangkan PT Dirgantara Indonesia terletak di Bandung.
Reza
tidak berbelanja, tetapi hanya melihat-lihat.
Kalimat Majemuk Setara Perurutan.
Kalimat ini merupakan hasil penggabungan dua kalimat tunggal
atau lebih yang dihubungkan dengan kata lalu dan kemudian jika
kejadian yang dikemukakannya berurutan.
Contoh:
Upacara
peresmian proyek pembangunan kampus baru Universitas Merah Putih telah selesai,
lalu Pak Rektor mempersilakan para tamu untuk beramah-tamah sembari mencicipi
hidangan yang telah disiapkan.
Kalimat Majemuk Setara Pemilihan
Kalimat ini merupakan hasil penggabungan dua kalimat tunggal
atau lebih yang dihubungkan dengan kata atau jika kedua kalimat tunggal
atau lebih itu menunjukkan pemilihan.
Contoh:
Mereka
membayar secara kontan, atau mereka dapat mencicilnya selama tiga tahun.
Selain keempat jenis kalimat majemuk setara di atas, ada
pula kalimat majemuk setara yang berbentuk kalimat rapatan, yaitu suatu bentuk
yang merapatkan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal. Yang dirapatkan ialah
unsur subjek atau unsur objek yang sama.
Contoh:
- Sari datang.
- Sari melihat-lihat.
- Sari membeli seperangkat komputer.
- Sari datang, Sari melihat-lihat, dan Sari membeli seperangkat komputer.
- Sari datang, melihat-lihat, dan membeli seperangkat komputer.
- Anton tidak meminta uang Arifin.
- Anton hanya meminjam uang Arifin.
- Anton tidak meminta uang Arifin, tetapi hanya meminjam uang Arifin.
- Anton tidak meminta, tetapi meminjam uang Arifin.
Kalimat Majemuk Tidak Setara (Bertingkat)
Kalimat majemuk tidak setara terdiri atas satu suku kalimat
yang bebas (klausa bebas) dan satu suku kalimat atau lebih yang tidak bebas
(klausa terikat). Jalinan kalimat ini menggambarkan taraf kepentingan yang
berbeda-beda di antara unsure gagasan yang majemuk. Inti gagasan dituangkan ke
dalam induk kalimat, sedangkan pertaliannya dari sudut pandangan waktu,
sebab, akibat, tujuan, syarat, dan sebagainya dengan aspek gagasan yang lain
diungkapkan dalam anak kalimat.
Contoh
Komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.
(tunggal)
Mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer.
(tunggal)
¡ Walaupun
komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, mereka masih dapat mengacaukan
data-data komputer.
Anak
kalimat:
Walaupun
komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.
Induk
kalimat:
Mereka
masih dapat mengacaukan data-data komputer.
Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat jenis ini terdiri atas kalimat majemuk tidak setara
(bertingkat) dan kalimat majemuk setara, atau kalimat majemuk setara dan
kalimat majemuk tidak setara (bertingkat).
Contoh:
Walaupun
berbagai tantangan menghadang, mereka berhasil mencapai puncak gunung itu dan
bisa menancapkan bendera merah putih di sana.
(kalimat
majemuk tidak setara dan kalimat majemuk setara)
Tugas
yang sederhana itu telah dia selesaikan dengan mudah, sedangkan saya mengalami
kegagalan karena saya melalaikan cara-cara mengerjakannya.
(kalimat
majemuk setara dan kalimat majemuk tidak setara)
No comments:
Post a Comment