Teknik-teknik Pengumpulan Data dan Informasi


1. Wawancara
Interview atau sering disebut juga wawancara mempunyai definis suatu proses komunikasi interaksional antara dua pihak. Cara pertukaran yang digunakan adalah cara verbal dan nonverbal dan mempunyai tujuan tertentu yang spesifik.
Ada dua macam tipe tujuan interview. Pada konseling untuk mengetahui lebih terkait pada adanya permasalahan dan mencari penyelesaiannya. Sedangkan pada kualitatif untuk memperoleh data penelitian.
Tujuan ( kedudukan ) wawancara :
  • Discovery yaitu untuk mendapatkan kesadaran baru tentang aspek kualitatif dari suatu masalah
  • Pengukuran psikologis yaitu data yang diperoleh dari wawancara akan diinterpretasikan dalam rangka mendapatkan pemahaman tentang subjek dalam rangka melakukan diagnosis permasalahan subjek dan usaha mengatasi masalah tersebut.
  • Pengumpulan data penelitian yaitu informasi dikumpulkan untuk mendapatkan penjelasan atau pemahaman mengenai suatu fenomena. Data dikumpulkan dengan cara wawancara karena kuesioner tidak dapat diterapkan pada subjek subjek tertentu, atau ada kekhawatiran responden tidak mengisi kuesioner ataupun tidak mengembalikan kuesioner pada peniliti.
Mengapa menggunakan wawancara :
  • Karena ingin melengkapi dan menambahkan data yang telah ada, yang diambil dengan metode lain seperti survey, observasi, studi dokumen dsb
  • Karena ingin mengambil data kualitatif tentang suatu fenomena tertentu. Wawancara dapat digunakan sebagai metode pengambilan data
  • Karena situasi tertentu dalam bidang pengukuran ( assessment ) psikologis ketika alat ukur tidak dapat digunakan karena alasan berikut :
    1. Subjek buta huruf
    2. Subjek menolak mengerjakan test tertentu
    3. Topik yang diukur bersifat pribadi, individual dan rahasia


Kapan menggunakan wawancara?
Pengukuran psikologis
Data yang diperoleh dari wawancara akan diinterprestasikan dalam rangka mendapat pemahamanan tentang subjek dalam rangka melakukan diagnosis permasalahan subjek dan usaha untuk memecahkanmasalah.
Pengumpulan data
Informasi yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan komprehensif tentang suatu fenomena yang diteliti
Wawancara menjadi bagian dari penelitian survey ketika alat alat ukur lain seperti kuesioner dianggap tidak mampu mengungkap secara lebih mendalam informasi dari responden
Informasi bersifat kualitatif , sangat individual serta variatif sehingga jawaban perlu dieksplorasi melalui suatu wawancara
Teknik Wawancara :
Jenis wawancara berdasarkan teknis
Menurut responden yang di interview :
  • Langsung
  • Tak Langsung
Menurut prosedur dilaksanakan :
  • Terstruktur
  • Tidak terstruktur
  • Terarah
Menurut situasi interview :
  • Formal
  • Informal
Menurut perencanaan :
  • Berencana
  • Isidental
Jenis wawancara berdasarkan sasarannya :
  • Interview Sekolah / Pendidikan
  • Interview Klinis
  • Interview Industri dan Organisasi
  • Interview Sosial dan masyarakat
Format berdasarkan sifat wawancara :
  • Terpimpin : itee sengaja mengarahkan wawancara atau menggunakan dengan guide.
  • Bebas terpimpin : ada guide tetapi pertanyaan tidak harus dinyatakan semua, disesuaikan dengan kondisi subject
  • Pribadi : wawancara hanya dengan 1 orang mengkhususkan pada masalah pribadi
  • Kelompok : wawancara lebih dari satu orang, masalah yang dibicarakan relatif merupakan topik umum.
  • Free talk : hubungan antar iteer dan itee relatif tanpa jarak, tidak menggunakan guide interview, sebagai panduan karena pembicaraan mengalir. Free talk biasa digunakan dalam action research dan interaksi klinis dokter dan pasien
  • Diskusi : seperti freetalk tetapi perbincangan yang terjadi sampai pada tahap pencarian solusi atau sesuatu masalah tertentu.
Format berdasarkan fungsi wawancara :
  • Wawancara riset : dilakukan sebagai metode memperoleh data /informasi tertentu tentang suatu fenomena yang diteliti
  • Wawancara diagnostik/assessment : berfungsi untk melakukan pemeriksaan psikologis
  • Wawancara terapiutik : biasanya terjadi dalam helping relatonship, fungsinya untuk konseling, terapi, pemulihan dan bentuk pendampingan psikologis lainnya.
Format berdasarkan tujuan wawancara :
  • Wawancara Pekerjaan: untuk kepentingan bekerja, seleksi dan promosi
  • Wawancara Informatif: untuk memperoleh informasi, misal wawancara pada liputan 6, wwcr yang dilakukan reporter koran
  • Wawancara Administratif: untuk mendisiplinkan aturan, misal siswa yang bolos pelajaran dipanggil guru untuk mengingatkan
  • Wawancara Konseling (intake inerview): untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada klien dalam rangka membantu mengatasi masalah klien
Format berdasarkan penggunaan :
  • Sebagai Metode Primer : sebagai metode utama
  • Sebagai Metode Pelengkap : untuk melengkapi metode pengumpulan data yang lain
  • Sebagai Kriterium : digunakan sebagai pengembangan metode yang lain
Format berdasarkan waktu / kontak :
  • Wawancara Pendek : 10 – 15 menit
  • Wawancara Panjang : lebih dari 1 jam
  • Wawancara Repetitif : dilakukan berulang – ulang

2. Join Aplication Development (JAD)

Joint Application Development (JAD) adalah teknik yang memungkinkan pengembangan, manajemen, dan kelompok pelanggan untuk bekerja sama untuk membangun suatu produk.Dokumen ini secara khusus mengacu pada bagaimana JAD sesi digunakan di dalam Produk Life Cycle (PLC) untuk mengumpulkan dan mengelola persyaratan produk.

IBM mengembangkan teknik JAD di tahun 1970-an, dan dalam beberapa variasi modern, masih merupakan metode terbaik untuk mengumpulkan kebutuhan dari pengguna, pelanggan, atau pendukung pelanggan (selanjutnya disebut pengguna). JAD adalah proses bersama pengumpulan persyaratan dan memecahkan masalah sedini mungkin melalui serangkaian pertemuan. Pada hari sebelumnya, rapat tersebut di luar lokasi, beberapa hari "sesi maraton." Tim JAD terdiri dari campuran ahli pelanggan fungsional untuk para profesional sistem dalam rasio dari 02:01 sampai dengan 03:01.

Mengumpulkan persyaratan merupakan masalah inheren sulit karena psikologi mengungkapkan keinginan yang tidak menentu dalam bahasa ambigu. laporan majalah Computerworld bahwa 95% dari semua proyek perangkat lunak slide ke overruns biaya dan waktu dan 93% dari semua pelarian berasal dari komunikasi yang buruk, 65% dikuasai oleh faktor 2 atau 3. Standish Group International melaporkan bahwa kurangnya keterlibatan pengguna adalah alasan utama atas kegagalan proyek IS.

Sebagai JAD mencapai popularitas di tahun 80an, orang mulai menggunakan istilah ini untuk menggambarkan hal yang berbeda.Kadang-kadang hanya satu aspek dari JAD adalah dieksplorasi dan penggunaan itu diperluas, namun masih disebut JAD.Sebagai contoh, di tahun 80an, fasilitasi kelompok dan teknik lokakarya juga memperoleh momentum. Beberapa ditangani secara khusus sesi brainstorming dengan flip chart kosong, besar Post-it notes dan latihan penempatan disebut JAD. [Dengan "storming, norma dan membentuk" aspek dinamika kelompok dan berevolusi menjadi manajemen konflik, sesi brainstorming dan pertemuan motivasi. Ini tidak terstruktur.

Dalam lokakarya yang lebih teknis, orang terfokus pada analisis komputer dan menerapkan perangkat canggih dalam proses pengumpulan kebutuhan bisnis. Ini berkembang sebagai alat KASUS berkembang menjadi Rapid Application Development dan Pengembangan Metodologi teknik didorong. Kadang-kadang, lokakarya KASUS teknologi ini juga diklaim sebagai JAD.

Sistem Informasi Valiant, sebuah perusahaan pengembangan perangkat lunak, menggunakan Bersama Persyaratan Perencanaan (JRP) untuk mendapatkan definisi persyaratan dan JAD hanya mendefinisikan antarmuka pengguna dan aplikasi untuk komponen khusus dari proyek ini [3] Kitty Hung. Juga mencatat penggunaan kombinasi JRP dan JAD dalam pekerjaan penelitiannya.

Sebagai popularitas JAD tumbuh, memperluas penggunaannya ke fungsi lain selain mengumpulkan persyaratan dalam siklus hidup pengembangan sistem (SDLC). Sekarang digunakan di semua tahapan SDLC dan didefinisikan sebagai metode pengembangan sistem. University of Texas di Austin Layanan Informasi mendefinisikan JAD sebagai "sebuah proses manajemen yang membantu IS bekerja secara efektif dengan pengguna untuk mengembangkan solusi teknologi informasi yang benar-benar bekerja." Secara khusus mendefinisikan ruang lingkup JAD untuk menutupi kehidupan siklus pengembangan yang lengkap dari suatu sistem. John Botkin Pelayanan Publik Perusahaan Colorado menyarankan menggunakan JAD sebagai salah satu alat seluruh proses pengembangan sistem untuk menjaga pengguna yang terlibat semua waktu.

Seperti yang bisa kita lihat, JAD pada awalnya dirancang untuk menangani pengembangan sistem informasi. Sebuah sesi JAD biasanya melibatkan beberapa aspek desain sistem, atau, setidaknya, pembangunan. Tapi sekarang, penggunaan teknik JAD telah diperluas untuk menangani berbagai tantangan yang lebih luas. Dalam beberapa tahun terakhir, telah menjadi usaha patungan antara setiap orang yang perlu membuat keputusan yang mempengaruhi banyak bidang organisasi - itu digunakan bahkan di proyek-proyek non-IT terkait. Dalam hal ini, JAD didefinisikan sebagai sebuah lokakarya terstruktur dimana orang datang bersama-sama untuk proyek rencana, sistem desain, atau membuat keputusan bisnis (baik TI terkait atau tidak). Hari ini, JAD umumnya digunakan untuk perencanaan bisnis strategis, strategis IS rencana, IS definisi arsitektur, rekayasa ulang proses bisnis, desain sistem terperinci, proses dan pemodelan data, dan manajemen proyek. Hal ini mungkin aplikasi luas JAD sejauh ini.

Definisi ini juga berkembang pada aspek lain dari JAD - lokasi sesi. Pada hari-hari sebelumnya, definisi JAD termasuk membawa pengguna dan pengembang bersama di lokasi fisik yang sama. Tapi hari ini, JAD sedang berkembang untuk menyertakan pertemuan virtual difasilitasi juga. Jadi kegiatan yang dilakukan dengan anggota yang terletak di lokasi yang jauh dengan menggunakan paket perangkat lunak dan cara kerja koperasi komputer yang didukung (CSCW) dapat disebut JAD juga. Bahkan lokasi fisik tidak lagi batas JAD. Orang mungkin bertanya-tanya, di mana adalah akhir ini, apa lagi yang akan datang dan disebut JAD?

Pada dasarnya, orang akan lihat hampir semua jenis pertemuan sebagai JAD. Akhirnya perbedaan menjadi lebih jelas karena setiap mengadopsi nama merek yang menunjukkan teknik yang disukai dan berikut praktisi. Contoh muncul di 4RAM, Forum, Fokus, Fusion, Kebijaksanaan, Terobosan, Metode, RAD, JID, JIT, JED, BPR untuk beberapa nama. Crawford membedakan pendekatan sebagai Classic JAD.

Sebagai penggunaan JAD memperluas dari pengumpulan persyaratan dengan tahapan lain siklus pengembangan sistem hidup, banyak orang sekarang lihat JAD sebagai Joint Application Development. Beberapa dari mereka menempel dengan definisi asli Bersama Aplikasi Desain dan masih terutama menggunakannya sebagai sistem teknik pengumpulan persyaratan, seperti yang dilakukan Alan Cline dari Carolla Development, Inc Lain-lain seperti John Botkin dan praktisi di Barr Teknologi Informasi Layanan mengadopsi lebih luas definisi JAD sebagai metode pengembangan sistem yang digunakan di seluruh siklus hidup pengembangan sistem.

Sesi JAD, baik untuk Bersama Aplikasi Desain atau Joint Application Development, memiliki nama lain, termasuk: Accelerated Desain, difasilitasi Rapat, difasilitasi Sesi, difasilitasi Tim Teknik, difasilitasi Kerja Sessions, Kelompok Desain, Interaktif Desain, Interaktif JAD, Joint Sessions dan Pengguna Desain Centered Walter Moeller,. konsultan senior dengan Prinsip Partners, Inc, menyebutnya difasilitasi Sesi Pengumpulan Informasi.


Pedoman Sukses JAD

Peneliti dan praktisi tidak hanya mengakui daftar serupa komponen JAD, daftar mereka pedoman untuk sesi JAD sukses memiliki banyak kesamaan juga. Tidak semua JADs sukses, beberapa bahkan bencana. Pedoman ini berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman pribadi dan diberikan untuk menghindari kegagalan. Mereka merupakan faktor kesuksesan dan mereka harus diikuti dengan hati-hati. Pedoman ini adalah sebagai berikut:

 - Gunakan fasilitator yang berpengalaman dan terampil
 - Dapatkan komitmen eksekutif sponsor dan dukungan
 - Dapatkan orang yang tepat untuk berpartisipasi, predefine peran dan tanggung jawab
 - Set jelas didefinisikan, dipahami dengan baik dan dapat diperoleh tujuan atau tujuan
 - Rencana agenda rinci dan tongkat dengan itu
 - Menentukan deliverable jelas di muka.
 - Jauhkan jargon teknis ke minimum
 - Memproduksi dokumen terakhir dengan cepat

Setelah semua, hal yang paling penting untuk sebuah proyek adalah dengan menggunakan fasilitator terampil. Yang paling penting bagi fasilitator adalah melakukan persiapan yang baik.Itulah sebabnya di Jane Kayu dan kedua edisi Denise Silver Joint Application Development, tiga dari lima fase ditetapkan sesi JAD adalah pra-sesi kegiatan. Ini adalah lima fase.:

 - JAD definisi proyek
 - Penelitian mengenai kebutuhan pengguna
 - Persiapan untuk sesi JAD
 - Melakukan dan memfasilitasi sesi JAD itu sendiri, dan
- Memprediksi dan mendapatkan persetujuan dari dokumen akhir yang menggabungkan semua keputusan.

Jika 5 frase semua dilakukan dengan baik, JAD akan berhasil.Tidak salah satu dari mereka harus dihilangkan.


3. Teknik/Analisa Dokumen

Konsep Dasar Analisi Data

Menurut Patton, 1980 (dalam Lexy J. Moleong 2002: 103) menjelaskan bahwa analisis dokumen adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Sedangkan menurut Taylor, mendefinisikan analisis dokumen sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut dapat disintesiskan menjadi: Analisis data proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.

Dari uraian tersebut di atas dapatlah kita menarik garis bawah analisis data bermaksud pertama- tama mengorganisasikanm data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto, dokumen, berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif.

Akirnya perlu dikemukakan bahwa analisis data itu dilakukan dalam suatu proses. Proses berarti pelaksanaannya sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dilakukan dan dikerjakjan secara intensif, yaitu sudah meninggalkan lapangan. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga, pikiran peneliti. Selain menganalisis data. Peneliti juga perlu dan masih perlu mendalami kepustakaan guna mengkonfirmasikan teori atau untuk menjastifikasikan adanya teori baru yang barangkali ditemukan.

Pemrosesan Satuan

  Uraian tentang pemerosotan satuan ini terdiri dari tipelogi satuan dan penyususnan satuan.

Tipelogi satuan :        

Satuan atau unit adalah satuan suatu latar sosial. Pada dasarnya satuan ini merupakan alat untuk menghaluskan pencatatan data. Menurut Lofland, (!984) satuan kehidupan sosial merupakan kebulatan di mana seseorang mengajukan pertanyaan. Linciln dan Guba menamakan satuan itu sebagai satuan informasi yang berfungsi untuk menentukan atau mendefinisikan kategori.

Sehubungan dengan itu, Patton membedakan dua jenis tipe satuan yaitu
   1. Tipe asli
   2. Tipe hasil konstruk analisis
Patton menyatakan bahwa tipe asli inilah yang menggunakan prespektif emik dan antropologi. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa prilaku sosial dan kebudayaan hendaknya dipelajari dari segi pandangan dari dalam dan definisi prilaku manusia. Jadi, konseptualisasi satuan hendaknya ditemukan dengan menganalisis proses kognitif orang-orang yang diteliti, bukan dari segi entnosentrisme peneliti. Pendekatan ini menuntut adanya analisis kategori verbal yang digunakan oleh subjek untuk merinci kompleksitas kenyataan ke dalam bagian-bagian. Patton, menyatakn bahwa secara fundamental maksud penggunaan bahasa itu penting untuk memberikan ”nama” sehingga membedakan dengan yang lain dengan ”nama” yang lain pula. Setelah ”label” tersebut ditemukan dari apa yang dikatakan oleh subjek, tahap berikutnya ialah berusaha menemukan ciri atau karakteristik yang membedakan sesuatu dengan sesuatu yang lain.Untuk itu, tipelogi asli ini merupakan kunci bagi peneliti untuk memberikan nama sesuai dengan apa yang sedang dipikirkan, dirasakan, dan dihayati oleh para subjek dan dihendaki oleh latar peneliti.

Penyusunan satuan

Lincoln dan Guba (1985: 345) mengatakan bahwa langka pertama dalam pemerosotan satuan ialah analisis hendaknya membaca dan mempelajari secara teliti seluruh jenis data yang sudah terkumpul. Setelah itu, usahakan agar satuan-satuan itu diidentifikasi. Peneliti memasukan ke dalam kartu indeks. Penyusunan satuan dan pemasukan ke dalam kartu indeks hendaknya dapat dipahami oleh orang lain. Pada tahap ini analisis hendaknya jangan dulu membuang satuan yang ada walaupun mungkin dianggap tidak relevan.

Kategorisasi

Kategorisasi dalam uraian ini terdiri atas (1) funsi dan prinsip kategorisasi dan (2) langka-langkah kategorisasi yang diuraikan sebagai berikut.

1. Funsi dan prinsip kategorisasi

Kategorisasi berarti penyusunan kategori. Kategori tidak lain adalah salah satu tumpukan dari seperangkat   tumpukan yang disusun atas dasar pikiran,intuisi, pendapat, atau kriteria tertentu.Selanjutnya Linclon dan Guba menguraikan kategorisasi adalah (1) mengelompokkan kartu-kartu yang telah dibuat kedalam bagian-bagian isi yang secara jelas berkaitan, (2) merumuskan aturan yang menguraikan kawasan kategori dan yang akhirnya dapat digunakan untuk menetapkan inklusi setiap kartu pada kategori dan juga sebagai dasar untuk pemeriksaan keabsahan data, dan (3) menjaga agar setiap kategori yang telah disusun satu dengan yang lain megikuti prinsip taat asas.

2. Langkah-langkah kategorisasi

Metode yang digunakan dalam kategorisasi didasarkan atas metode analisis komparatif yang langkah-langkahnya dijabarkan atas sepuluh langka, yang mana langkah yang terakhir adalah analisis harus menelah sekali lagi seluruh kategori agar jangan sampai ada yang terlupakan. Setelah selesai di analisis, sebelum menafsirkan penulis wajib mengadakan pemeriksaan terhadap keapsahan datanya, pemeriksaan itu dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data.

Keabsahan data

Untuk menghindari kesalahan atau kekeliruan data yang telah terkumpul,perlu dilakukan pengecekan keabsahan data. Pengecekan keabsahan data didasarkan pada kriteria deraja kepercayaan (crebility) dengan teknik trianggulasi,ketekunan pengamatan, pengecekan teman sejawat (Moleong, 2004).
Triangulasi merupakan teknik pengecekan keabsahan data yang didasarkan pada sesuatu di luar data untuk keperluan mengecek atau sebagai pembanding terhadap data yang telah ada (Moleong,200). Trigulasi yang digunakan adalah trigulasi dengan sumber, yaitu membandingkan data hasil obserfasi, hasil pekerjaan siswa dan hasil wawancara terhadap subjek yang ditekankan pada penerapan metode bantuan alat pada efektif membaca .
Ketekunan pengamatan dilakukan dengan teknik melakukan pengamatan yang diteliti, rinci dan terus menerus selama proses pembelajaran berlangsung yang diikuti dengan kegiatan wawancara secara intensif terhadap subjek agar data yang dihasilkan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Pengecekan teman sejawat/kolega dilakukan dalam bentuk diskusi mengenai proses dan hasil penelitian dengan harapan untuk memperoleh masukan baik dari segi metodelogi maupun pelaksanaan tindakan.



4. Kuisioner

Kuisioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.
Dengan menggunakan kuesioner, analis berupaya mengukur apa yang ditemukan dalam wawancara, selain itu juga untuk menentukan seberapa luas atau terbatasnya sentimen yang diekspresikan dalam suatu wawancara.
Penggunaan kuesioner tepat bila :
1. Responden (orang yang merenpons atau menjawab pertanyaan) saling berjauhan.
2. Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna bila mengetahui berapa proporsi suatu  kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusu dari sistem yang diajukan.
3. Melakukan studi untuk mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu.
4. Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.
Jenis Pertanyaan dalam Kuisioner
Perbedaaan pertanyaan dalam wawancara dengan pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi antara pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah-istilah yang belum jelas, mengubah arus pertanyaan, memberi respons terhadap pandanmgan yang rumit dan umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya. Beberapa diantara peluang-peluang diatas juga dimungkinkan dalam kuesioner. Jadi bagi penganalisis pertanyaan-pertanyaan harus benar-benar jelas, arus pertanyaan masuk akal, pertanyaan-pertanyaan dari responden diantisipasi dan susunan pertanyaan direncanakan secara mendetail.
Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner adalah :
  1. Pertanyaan Terbuka : pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
  2. Pertanyaan Tertutup : pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.
Petunjuk-petunjuk yang harus di ikuti saat memilih bahasa untuk kuisioner adalah sebagai berikut :
·         Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin. Usahakan agar kata-katanya tetap sederhana.
·         Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidak-jelasan dalam pilihan kata-kata. Hindari   menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik.
·         Pertanyaan harus singkat.
·         Jangan memihak responden dengan berbicara kapada mereka dengan pilihan bahasa tingkat bawah.
·         Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Hindari juga bias dalam pertanyaan –pertanyaan yang menyulitkan.
·         Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat (maksudnya orang-orang yang mampu merespons). Jangan berasumsi mereka tahu banyak..
·         Pastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis cukup akurat sebelum menggunakannya.
·         Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaannya sudah tepat bagi responden.
Skala dalam Kuisioner :
Penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-simbol terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut atau karakteristik tersebut. Alasan penganalisis sistem mendesain skala adalah sebagai berikut :
·         Untuk mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner.
·         Agar respoden memilih subjek kuesioner.
Ada empat bentuk skala pengukuran , yaitu :
Nominal : Skala nominal digunakan untuk mengklasifikasikan sesuatu. Skala nominal merupakan bentuk pengukuran yang paling lemah, umumnya semua analis bisa menggunakannya untuk memperoleh jumlah total untuk setiap klasifikasi. Contoh : Apa jenis perangkat lunak yang paling sering anda gunakan ? 1 = Pengolah kata, 2 = Spreadsheet, 3 = Basis Data, 4 = Program e-mail
1.      Ordinal
Skala ordinal sama dengan skala nominal, juga memungkinkan dilakukannya kalsifikasi. Perbedaannya adalah dalam ordinal juga menggunakan susunan posisi. Skala ordinal sangat berguna karena satu kelas lebih besar atau kurang dari kelas lainnya.
2.      Interval
Skala interval memiliki karakteristik dimana interval di antara masing-masing nomor adalah sama. Berkaitan dengan karakteristik ini, operasi matematisnya bisa ditampilkan dalam data-data kuesioner, sehingga bisa dilakukan analisis yang lebih lengkap.
3.      Rasio
Skala rasio hampis sama dengan skala interval dalam arti interval-interval di antara nomor diasumsikan sama. Skala rasio memiliki nilai absolut nol. Skala rasio paling jarang digunakan.
Merancang Kuisioner :
Merancang formulir-formulir untuk input data sangat penting, demikian juga merancang format kuesioner juga sangat penting dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik.
1. Format kuesioner sebaiknya adalah :
·         Memberi ruang kosong secukupnya,
·         Menunjuk pada jarak kosong disekeliling teks halaman atau layar. Untuk meningkatkan tingkat respons gunakan kertas berwarna putih atau sedikit lebih gelap, untuk rancangan survey web gunakan tampilan yang mudah diikuti, dan bila formulirnya berlanjut ke beberapa layar lainya agar mudah menggulung kebagian lainnya.
·         Memberi ruang yang cukup untuk respons,
·         Meminta responden menandai jawaban dengan lebih jelas.
·         Menggunakan tujuan-tujuan untuk membantu menentukan format.
·         Konsisten dengan gaya.
2. Urutan Pertanyaan
Dalam menurutkan pertanyaan perlu dipikirkan tujuan digunakannya kuesioner dan menentukan fungsi masing-masing pertanyaan dalam membantu mencapai tujuan.
·         Pertanyaan-pertanyaan mengenai pentingnya bagi responden untuk terus, pertanyaan harus berkaitan dengan subjek yang dianggap responden penting.
·         Item-item cluster dari isi yang sama.
·         Menggunakan tendensi asosiasi responden.
·         Kemukakan item yang tidak terlalu kontroversial terlebih dulu.
5.Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data/fakta
yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan
langsung para pembuat keputusan berikut :
·         Lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.
  • Mengamati Perilaku Para Pembuat Keputusan
Jenis informasi yang dicari saat mengamati perilaku para pembuat keputusan berikut
lingkungan fisiknya adalah :
  • Mengumpulkan pandangan-pandangan mengenai apa yang sebenarnya dilakukan para pembuat keputusan.
  • Melihat secara langsung hubungan yang ada antara pembuat keputusan dengan anggota organisasional lainnya.
  • Mengamati pengaruh yang ditimbulkan pembuat keputusan terhadap unsur-unsur fisik ruang kerja mereka.
  • Memahami pesan-pesan yang dikirim lewat kontrolnya (misalnya cara berpakaian, posisi meja)

Observasi membantu menegaskan atau menolak serta melihat kembali tentang apa saja yang telah ditemukan lewat wawancara, kuesioner. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengamati kegiatan-kegiatan pembuat keputusan atau seorang manajer adalah :
  • Putuskan apa yang diobsevasi (kegiatan).
  • Putuskan pada level berapa kegiatan-kegiatan konkret tersebutdiobservasi.
  • Menciptakan kategori-kategori yang memadai untuk menangkap kegiatan-kegiatan utama.
  • Menyiapkan skala, daftar nama atau materi-materi lainnya yang tepat untuk observasi.
  • Memutuskan kapan melakukan observasi.

Setiap pendekatan terhadap kapan harus melakukan observasi memiliki masing-
masing kelebihan dan kekurangannya. Sampling waktu memungkinkan penganalis.


Mengamati Suatu Kegiatan

Pada waktu melakukan observasi kegiatan, penganalisis dapat ikut juga berpartisipasi atau hanya mengamati saja orang-orang yang sedang melakukan suatu kegiatan tertentu yang di observasi.
Observasi mempunyai beberapa kebaikan dan juga kekurangan dibandingkan dengan
teknik pengumpulan data lainnya.
Kebaikan dari observasi adalah sebagai berikut :
·         Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yangtinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telahdiperoleh sebelumnya dari individu-individu.
  • Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
  • Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
  • Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untukmenyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.
Sedangkan kekurangannya adalahsebagai berikut :
  • Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
·         Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitanpekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atauvolume-volume kegiatan tertentu.
  • Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
  • Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.
Yang harus dilakukan :
Untuk melakukan observasi, hal-hal yang harus dilakukan :
1.      Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi :
- Apa yang akan diobservasi
- Dimana letak lokasi observasi
- Kapan observasi akan dilakukan
- Siapa yang akan melaksanakan observasi tersebut
- Siapa yang akan diobservasi
- Bagaimana melaksanakan observasi tersebut.
2.      Mintalah ijin terlebih dahulu dari manajer dan atau pegawai yang terlibat
3.      Bertindaklah dengan rendah hati (low profile)
4.      Lengkapilah dengan catatan selama observasi
5.      Kaji ulang hasil observasi dengan individu-individu yang terlibat


Yang tidak boleh dilakukan, yaitu :
1.      Menggangu kerja individu yang diobservasi maupun individu lainnya.
2.      Terlalu menekankan pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting.
3.      Jangan membuat asumsi-asumsi.

No comments:

Post a Comment