Standard Motor Products Shifts Gears Into Team-Based Decision-Making Vignette
• Team-based decision making
– Increased information sharing
– Daily feedback
– Self-empowerment
• Shifting responsibility towards teams
• Elimination of middle management
Decision Making
• Proses memilih satu diantara beberapa rencana alternatif untuk mencapai tujuan atau beberapa tujuan.
• 4 Fase pengambilan keputusan adalah:
– Intelligence
– Design
– Choice
– implementation
Sistem
• Struktur
– Input
– Proses
– Output
– Feedback dari output ke decision maker
• Dipisahkan dari lingkungan luar (environment) oleh boundary
Dikelilingi oleh environment
Sistem dan Lingkungan Luarnya
Jenis Sistem
• Sistem Tertutup (Closed system)
– Independent
– Tidak membutuhkan input
– Tidak menghasilkan output bagi lingkungan luarnya
– Black Box
• Sistem Terbuka (Open system)
– Menerima input
– Memberikan output ke Lingkungan luar
Model yang digunakan untuk DSS
• Iconic
– Replika sistem yang kecil
• Analog
– Representasi dari sistem secara Behavioral
– Mungkin saja tidak tampak seperti sistem
• Quantitative (mathematical)
– Menunjukkan hubungan antar sistem
Fase-fase Pengambilan Keputusan
• 3 Fase awal Simon:
– Intelligence
– Design
– Choice
• Kemudian dia menambahkan fase yang ke-4:
– Implementation
• Buku menambahkan fase ke-5:
– Monitoring
Fase Pemikiran (Intelligence Phase)
• Mengamati lingkungan luar
• Menganalisa tujuan organisasi
• Mengumpulkan data
• Mengidentifikasi masalah
• Mengkategorikan masalah
– Programmed dan non-programmed
– Mendekomposisikan menjadi beberapa bagian kecil
• Menentukan siapa yang bertanggung jawab atas masalah tersebut.
Fase Perancangan (Design Phase)
• Menentukan beberapa rencana alternatif
• Menganalisa solusi-solusi yang potensial
• Membuat model
• Menguji kelayakan
• Memvalidasi hasil
• Memilih principle of choice
– Menentukan tujuan
– Memasukkannya kedalam model
– Mengevaluasi dan mengambil resiko
– Kriteria dan batasan
Fase Pemilihan (Choice Phase)
• Principle of choice
– Menggambarkan mengapa sebuah pendekatan solusi (solution approach) dapat diterima.
• Normative Models (Model Normatif)
– Optimization (Optimalisasi)
• Dampak dari setiap alternatif
– Rationalization (Rasionalisasi)
• More of good things, less of bad things
• Courses of action are known quantity
• Pilihan diurutkan dari yang terbaik hingga terburuk
– Suboptimization (Sub Optimalisasi)
• Keputusan dibuat pada bagian organisasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan organisasi
Descriptive Models
• Menjelaskan bagaimana sesuatu akan dipercaya
• Biasanya, berbasis matematis
• Menerapkan sekumpulan alternatif
• Contoh:
– Simulations (Simulasi)
– What-if scenarios (Skenario What-if)
– Cognitive map
– Narratives (Naratif)
Developing Alternatives
• Pembuatan alternatif
– Mungkin saja otomatis atau manual
– Mungkin terlalu banyak, sehingga terjadi information overload
– Skenario
– Evaluate with heuristics
– Hasil diukur dengan pencapaian tujuan
Masalah
• Bila kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka timbullah masalah.
• Satisficing is the willingness to settle for less than ideal.
– Form of suboptimization
• Bounded rationality (Rasionalisasi yang terbatas)
– Kapasitas manusia yang terbatas
– Dibatasi oleh prasangka dan perbedaan individu
• Terlalu banyak pilihan
Decision-Making Choice Phase
• Pengambilan keputusan dengan komitmen untuk melakukan tindakan
• Menentukan rencana
– Analytical techniques
– Algorithms
– Heuristics
– Blind searches
• Menganalisan kekuatan
Fase Implementasi (Implementation Phase)
• Melakukan solusi terpilih
• Beberapa hambatan:
– Berkenaan dengan penolakan untuk melakukan perubahan
– User training
– Dukungan dari manajemen yang lebih tinggi
Decision Support Systems
• Intelligence Phase
– Automatic
• Data Mining
– Expert systems, CRM, neural networks
– Manual
• OLAP
• KMS
– Reporting
• Rutin dan ad hoc (tidak terencana)
• Design Phase
– Financial and forecasting models
– Membuat alternatif dengan menggunakan expert system
– Identifikasi hubungan melalui OLAP dan data mining
– Mengingat kembali (Recognition) melalui KMS
– Business process models dari CRM, RMS, ERP, dan SCM
• Choice Phase
– Mengidentifikasi alternatif terbaik
– Mengidentifikasi alternatif yang cukup baik
– What-if analysis
– Goal-seeking analysis
– Mungkin saja menggunakan KMS, GSS, CRM, ERP, dan SCM systems
• Implementation Phase
– Meningkatkan komunikasi
– Kolaborasi
– Training
– Didukung oleh KMS, expert systems, GSS
Decision-Making In Humans
• Temperament
– Hippocrates’ personality types
– Myers-Briggs’ Type Indicator
– Kiersey and Bates’ Types and Motivations
– Birkman’s True Colours
• Gender
• Cognitive styles
– Apa yang menjadi dugaan orang?
– Bagaimana semua itu diatur?
– Subyektif
• Decision styles
– Bagaimana menurut orang lain?
– Bagaimana mereka bereaksi?
– Heuristic, analytical, autocratic, democratic, consultative
Cognitive style Decision Approaches
Articles
- Analisa Perancangan Sistem Informasi
- Analisa Proses Bisnis
- ASP.Net
- Bahasa Indonesia
- bulan madu di bali
- Daftar Obat Generik
- Datawarehouse
- Desain Web 1
- Diskon Promo
- DPW 2
- Entrepreneurship
- honeymoon in bali
- Keamanan Komputer
- Komputer dan Masyarakat
- Konsep Sistem Informasi
- Mengulang Perkuliahan
- Metodologi Pengembangan Sistem Informsi
- Metodologi Riset
- Oracle
- Pendakian Gunung
- Pengantar Ekonomi
- Perancangan Basis Data
- Perancangan Sistem Basis Data
- Portofolio
- PPKN
- Sistem Enterprise
- Sistem Penunjang Keputusan
- SP Perancangan Sistem Basis Data
- Spesial for KASKUS
- Tambahan
- Tugas Akhir
- Tutorial
- VB.net
- VB.Net Lanjutan





No comments:
Post a Comment