Syukur alhamdulilah
kita sudah sah menjadi suami istri. Saat deg-degan menunggu penghulu yang
katanya telat karena menghadiri pernikahan lainnya yang jam 8 dan kami yang jam
9 akhirnya datang juga... Tarikan nafas panjang saya yang membuat dada ploongg
yang sebelumnya sesak hehe..
Belum sampai disitu saja
penderitaan saya berakhir, karena lama menunggu penghulu akhirnya ceramah dimajukan
menjadi sebelum akad nikah. Finally akad dijalankan pada jam 10 pagi, disitu jantung
langsung berdegup kencang, ini serius loh! Padahal sudah berusaha menenangkan
diri. Untuk yang ingin menikah ada baiknya mengetahui dulu arti ijab qobul
terlebih dahulu, kurang lebih seperti ini :
Ijab
Saudara/ananda fulan Bin fulan Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan fulanah yang bernama fulani dengan maskawin berupa emas,
tunai.
Qobul
Saya terima nikah fulani binti fulanah Dengan maskawin tersebut tunai. (Kata penghulu ini dapat
diterima dimapun)
Artinya :
“Saya tanggung
dosa-dosa “Si dia” dari ibu bapaknya. Apa saja dosa yang dia kerjakan. Dari
aurat hingga meninggalkan Shalat saya yang tanggung, bukan ibu bapaknya lagi.
Dan Saya menanggung dosa anak-anak jika gagal dalam mendidiknya. Saya rela
masuk neraka”.
Ini bukan sekedar
berjabat tangan dan mengucapkan kalimat biasa, ini adalah kalimat sakral yang
menyerahkan kewajiban orang tua wanita ke mempelai pria. Sebelum Qobul saksi
meminta saya untuk latihan terlebih dahulu, saat latihan tidak bergetar tuh
jantung waktu Qobul beneran langsung kenceng banget. Rasanya campur aduk..
Setelah saya
mengucapkan Qobul tiba-tiba air mata menetes dengan sendirinya, maaf agak lebay
yah hehe..nanti jika anda menikah akan merasakan perasaan yang sama deh..
Setelah itu acara adat
jawa dijalankan, dan resepsi pun selesai. Ini saya longkap saja ceritanya yah
karena judulnya kan honeymoon :D
Sebelum melakukan
Honeymoon, tipsnya adalah jika tanggal pernikahan sudah ditetapkan dan tidak
ada perubahan lagi segeralah membeli tiket pesawat PP jika belum ada duitnya
beli untuk pergi dahulu bulan depan bisa beli yang untuk pulangnya. Begitupun
untuk hotel dicicil saja membelinya karena disamping memikirkan honeymoon anda
juga harus memikirkan untuk seserahan untuk hari H.
Honeymoon kita dimulai
hari senin tanggal 11 April 2016 sampai
15 April 2016, sedangkan acara
pernikan kita tanggal 9 April 2016
bertepatan tanggal 1 Rajab 1437 H. Jadi ada waktu istirahat terlebih dahulu di
hari minggu karena saudara yang dari jawa masih ada di rumah.
Kita menginap 2 malam
di Ubud dan 2 malam di Legian, untuk suasana lebih indah di ubud cocok banget
untuk pengantin baru deh :D. Di Ubud kita bermalam di Labak River Hotel, hotel
semi villa ini menjadikan honeymoon kita berkesan dan tak terlupakan.
Kita terbang ke
Bandara Ngurah Rai - Denpasar Bali jam 08.00, bangun jam 04:00. Kita langsung
prepare dan kita menggunakan taksi yang sebelumnya kita sudah booking untuk jam
5. Booking taksi adalah cara terbaik untuk dilakukan jika menggunakan taksi
online resikonya besar karena di pagi hari masih sepi yang beroprasi. Nah
sampailah kita di Bandara Soekarno Hatta jam 7an dan boarding.
Boarding
Pass
Perjalanan dari di
Bandara Soekarno Hatta sampai Bandara Ngurah Rai 1 jam 55 menit. Walupun lama
tetapi tidak terasa sama sekali karena disuguhkan pemandangan yang luar biasa
dari ketinggian 33.000 kaki di atas permukaan laut. Dari atas terlihat
gunung-gunung yang menjulang tinggi dan sampai terkhir terlihat gunung Rinjani
Lombok.
Sesampainya di Bandara
Ngurah Rai kami menggunakan taksi online, maaf saya tidak memberitahukan nama
instansinya yah :D. Sangat murah deh dibanding kita menggunakan taksi konvensional.
Dari bandara ke Ubud kita hanya mengeluarkan biaya 135 ribu kata temen saya
yang jadi guide di sana kalo pake taksi konvensional bisa-bisa kena 350 ribuan,
sadiskan harganya haha..
Tibalah di Labak River
Hotel, hotel yang mengambil konsep semi villa ini menjadikan kelengkapan
honeymoon kita di Ubud. Sangat disayangkan sekali kita booking untuk River View
tetapi di-downgraded menjadi Garden View T.T, sudah menanyakan hal ini ke pihak
Hotel dan Agen tiket online tetapi tetap saja tidak bisa dilakukan perubahan
kamar hotel. Nah ini mungkin cobaan kali yah hehe..tapi ga terlalu masalah sih
buat kita dan kita menikmati kamar hotel dan fasilitas yang disediakan oleh
Hotel.
Karena belum makan
siang kami berinisiatif untuk makan siang di hotel ini dan harga nasi goreng
tuh 45 ribu satu belum termasuk minum, lumayan juga sih dan yang parahnya lagi
kita ditanya oleh pelayannya “Mau pake ayam atau babi” :D dalem hati saya
emang ga liat apa istri saya pake kerudung T.T. Dengan membaca doa
mudah-mudahan makanan yang kita makan halal, Amin..
Pemandangan
Restoran Labak River Hotel
Pemandangan
Restoran Labak River Hotel

Room Labak River Hotel

Room Labak River Hotel

Room Labak River Hotel

Room Labak River Hotel

Room Labak River Hotel

Room Labak River Hotel

Room Labak River Hotel

Room Labak River Hotel
Room Labak River Hotel
Room Labak River Hotel
Room Labak River Hotel
Room Labak River Hotel
Room Labak River Hotel
Room Labak River Hotel
Setelah makan siang
langsung kita mendirikan solat, tak terasa waktu sore datang dan pada malam
harinya kita berjalan santai melintasi perumahan di Ubud.
Disini membuat kita
tak mudah melupakanya kenapa? Karena setiap rumah di Ubud masih menampilkan
rumah adat Bali yang menjadi ciri khas tersendiri dan tidak lupa juga dengan
sesajen atau disebut banten oleh orang Bali. Berbeda dengan suasana kota di
Legian, di Ubud tidak ada lampu jalan yang membuat perjalanan kaki kita santai
dan romantis :D.
Membeli jajanan disini
jangan takut mahal, harga tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Tetapi jika
membeli jajanan di tempat wisata pastilah harganya akan sedikit lebih mahal.
Kalo saya lihat Orang Bali melihat orang indonesia mengunjungi Bali mereka
merasa senang, dan perlakuan yang diberikan oleh mereka juga ramah dan sopan. Jangan
melihat dari tato, anting ataupun mulut bau anggur, jika anda sopan merekapun
akan sopan dengan anda. Tidak perlu khawatir berjalan di malam hari, Insyaa
Allah tidak akan terjadi apa-apa, karena warga Bali sangat mempercayai karma.
Planning tidak
berjalan lancar, kita merencanakan memulai hari kita jam 07:00 breakfast dan
melanjutkan jalan-jalan di Ubud. Tetapi apa daya breakfast pun dimulai jam 9
T.T. Mungkin pada ngerti kenapa yah :D. Sebelum breakfast kita berenang
terlebih dahulu memanfaatkan fasilitas yang ada dan jalan-jalan sekitar hotel,
karena low season hotel lumayan sepi dan kolam renangpun serasa private
swimming pool :D
Swimming
Pool
Breakfast jam 09:00,
Menu yang disajikan oleh pihak hotel lumayan enak dengan menu yang agak
sedikit. Maklum perut isinya naga hehe..Tips memesan makanan untuk yang
perutnya isi naga mendingan pesen yang Indonesian food aja, paling menunya nasi
goreng atau mie goreng. Tidak disarankan memesan American food karena Cuma
dapet roti, telor dan kentang. Kemaren saya memesan Indonesian Food dan istri
memesan american food.
Breakfast
Restoran Labak River Hotel
Perut
udah kenyang kita langsung menuju Sacred Monkey Forest Sanctuary, untuk tiket
masuk dikenakan Rp. 40.000 Per Orang, sayang sekali diisini tidak dibedakan
harga Domestik maupun Asing. Nah disini yang membuat terheran-heran, harga 3
buah pisang 20 ribu dan ini pisang langsung di samber sama monyet T.T. Jadi akhirnya saya membeli 2 kali agar dapat berfoto bareng sama si monyet ..
Pura Dalem
Agung Pabangtegal - Sacred Monkey Forest Sanctuary
Ini adalah pura yang
berada di kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary, nah ini dia yang semalam kita
cari ternyata berada disini. Dari Hotel ke sini hanya 2 km dan itu tidak
terkena macet sama sekali, Dijamin mantap deh sambil menikmati pepohonan yang
rindang dan rumah adat bali disertai dengan sesajennya.
Sacred
Monkey Forest Sanctuary
Sacred Monkey
Forest Sanctuary
Sacred
Monkey Forest Sanctuary
Di dalam Sacred Monkey
Forest Sanctuary ada Holy Spring Temple,
jaraknya lumayan juga untuk sampai disana. Beberapa kali kita beristirahat, tak
terasa keringet udah bercucuran :D. Kemudian kita makan siang di Bebek Bengil Restaurant – Ubud,
Tempatnya di pinggir sawah dan luas. Harga yang ditwarkan lumayan
mahal, tetapi sebanding dengan harganya. Daging bebeknya empuk, sepertinya
tidak dipresto karena tulang bebek keras hanya dagingnya saja yang empuk.
Rekomended deh makan disini kalo lagi jalan-jalan ke Bali.
Tidak ingin
membuang-buang waktu, kita sempatkan untuk melihat Museum Lukisan Bali – Ubud. Lukisannya memang bagus-bagus disini
dan tak lupa konsep yang disuguhkan adalah konsep akan kentalnya adat bali,
mulai dari lukisan Barong sampai lukisan pemandangan alam Bali. Dan di musium ini tidak hanya
memperlihatkan lukisannya saja tetapi dapat dijual, harganya mulai dari 8 juta
sampai ratusan juta.
Barong,
Museum Lukisan Bali – Ubud
Barong,
Museum Lukisan Bali – Ubud
Eh sebelum makan di Bebek Bengil Restaurant – Ubud kita
sempat mampir di Ubud Palace rencananya
mau nonton tari kecak di Ubud Palace tetapi diparkiran kita ditawarin tiket
nonton tari kecak tetapi di Pura
Batukaru, jarakanya dari Ubud Palace 5 menit ada di kiri jalan. Biasanya
pertunjukan kecak dimainkan oleh laki-laki tetapi di Pura Batukaru dimaikan
oleh wanita, walau ada beberapa laki-laki contohnya yang memainkan peran Hanoman
dan Kumbakarna (Sosok raksasa di cerita Ramayana). Pertunjukan dimulai jam
19:00 – 21:00.
Kecak Dance
– Hanoman in action!
Kecak Dance
- Ramayana Epic
Tak hanya sampai
disitu hari ke-2 kami honeymoon, kita jalan-jalan mengelilingi Ubud dengan
menyewa motor vario :D. Suasana yang tenang dan sedikit lampu jalan membuat
keunikan tersendiri di Ubud, dalam hati saya “Ini adalah tempat yang sesuai
rencana honeymoon, tidak usah jauh-jauh keluar negeri toh di Indonesia kaya
akan wisata alam dan sejarahnya”. Merasa bangga bisa terlahir di Indonesia
karena mau menikmati alam tidak perlu banyak mengeluarkan uang. Sepanjang jalan
kita melihat kanan kiri mencari tempat untuk makan malam, ternyata ada sebuah
tempat makan dengan nama Masakan Manado
(Indonesian Food) kita sepakat untuk makan disini, ternyata makanan enak
dan harganya terjangkau. Rekomended deh makan di sini, owh iya satu lagi
porsinya banyak sampai-sampai kita bungkus untuk dibawa ke hotel. Lumayan kan
hehe.. Lokasinya sekitar 20 menit dari Ubud Palace. Setelah makan kami bergegas
deh kembali ke hotel.
Singkat cerita
matahari pagi menyambut kami dengan hangat dan bangun telat adalah menjadi
kebiasaan kita dibali :D. Disini rasanya tidak ingin kemana-mana mungkin rasa capek
setelah acara pernikahan masih terasa, tapi sayang juga kalo engga kemana-mana
sih hehe..
Di hari 3 kita
menggukan jasa guide yaitu teman saya sendiri dia sudah lama di bali menjadi
guide. Kita mulai perjalanan kita jam 10:00, langsung saja kita berangkat dan
menuju Pasar Sukawati – Ubud.
Menurut saya murah membeli oleh-oleh disini, tetapi dengan catatan harus
membeli banyak dan pinter menawar. Disini saya membeli oleh-oleh baju Barong, sarung, celana, dress Bali,
topi, gelang dan kalung. Setelah
selesai tawar-menawar harga dengan sipenjual dan kehabisan energi kita langsung
ke rumah makan padang di daerah Tanjung
Benoa. Membeli 3 porsi habis Rp. 145.000.
Perut sudah terisi
waktunya kita main air :D. Nah ini yang membuat saya penasaran yaitu fly board – Flying like a Super Hero.
Kalo kata The Script :
“When you've been
fighting for it all your life
You've been working
every day and night
That's how a superhero
learns to fly
(Every day, every hour
Turn the pain into
power)”
Ternyata ada maknanya
juga bermain fly board hehe..Untuk terbang itu tak semudah yang dipikirkan
butuh usaha yang keras dan pastinya berdoa.
Nah ini dia foto-foto
yang berhasil dijepret, terlihat gampang tetapi sebenarnya susah T.T
Fly Board –
Northcoast Dive & Water Sport
Fly Board –
Northcoast Dive & Water Sport
Fly Board –
Northcoast Dive & Water Sport
Fly Board –
Northcoast Dive & Water Sport
Fly Board –
Northcoast Dive & Water Sport
Fly Board –
Northcoast Dive & Water Sport
Fly Board –
Northcoast Dive & Water Sport
Setelah bermain Fly
Board kita snorkling di Northcoast Dive
& Water Sport - Tanjung Benoa, seru juga snorkling di sini ikannya
lumayan banyak tapi katanya kalo pagi hari lebih banyak. Sayang lautnya banyak
sampah yang berserakan. Tips untuk yang ingin mengunjungi tempat-tempat wisata
mau dimanapun itu, jagalah kebersihan agar anak cucu kita dapat menikmatinya
juga.
Snorkling –
Northcoast Dive & Water Sport
Lumayan lama juga kita
bermain-main di air, langsung bilas dan ganti baju terus cusss deh ke Pura Uluwatu, jaraknya lumayan jauh
dari tempat snorkling ke Pura Uluwatu. Setelah 1 jam perjalan akhirnya kita
sampai di tujuan kita yaitu Pura Uluwatu, tempatnya kurang lebih seperti monkey
forest banyak sekali monyet liar berlalu lalang membuat kami menyembunyikan
barang bawaan kami ke tas :D. Monyet disini mengambil barang bukan untuk
mencuri melaikan untuk menukarkan makanan haha..Nah kemaren banyak yang diambil
barang-barangnya dari mulai sendal, topi, kaca mata dan yang terakhir kamera
T.T. Monyet disini memang pintar mengambil barang orang yang sedang jalan
pulang, jadi saat konsentrasi turis sudah lengah para monyet mengincarnya. Dan
parahnya setelah di beri makanan monyet langsung melepaskan kamera turis
tersebut dan langsung terkena batu T.T. Untuk yang mau kesini berhati-hati
selalu jangan memegang barang penting di tangan karena kekuatan tangan monyet
lebih kuat dari kita.
Pura Luhur Uluwatu – Bali
Pura Luhur Uluwatu – Bali
Pura Luhur Uluwatu – Bali
Pura Luhur Uluwatu – Bali
Pura Luhur Uluwatu – Bali
Pura Luhur Uluwatu – Bali
Pura Luhur Uluwatu – Bali
Nah ini temen ane yang merangkap jadi guide dan
photografer, thanks yah kang.. udah lama ga ketemu setelah selesai kuliah eh
ketemunya di Bali hehe. Setelah selesai dari Uluwatu kita langsung ke Agung
Bali untuk membeli oleh-oleh makanan kaya Pie Bali Dhian dan Kacang Bali
Matahari, rasanya JUARA banget deh :D. Ga kerasa ternyata beli oleh-oleh banyak
juga yah, belum dicampur sama baju dan aksesoris. Kaget juga pas liat rekening
duit udah tifis hehe..Pas malemnya kita itung-itung lagi ternyata emang bener
sesuai dengan kenyataan T.T. Ada enaknya ada engganya kalo honeymoon tuh ya ga
enaknya ini, diselah-selah kesenangan kita bulan madu dengan istri kita juga
harus memikirkan oleh-oleh untuk keluarga, tetangga dan teman kantor. Tapi
intinya honeymoon itu kan kenangan, “Uang
bisa dicari tetapi kenangan tidak bisa kembali” Itu..!
Nah kita langsung ke hotel yang di Legian yaitu Zuk
Hotel, Hotel yang tidak merogoh kantong dalam-dalam dan ada di dalam pusat
kota. Yap benar di Legian Street. Harga murah dan sudah dapat breakfast
prasmanan. Sesampainya di legian street suasana sepi Ubud berubah menjadi
hingar bingar klub-klub malam T.T. Sebenarnya tidak terlalu suka disini,
karenan kita berdua belum pernah ke Bali kita sepakat untuk kesini ingin tahu
saja. Sebelum ke hotel kita melewatin Legian Street terlebuh dahulu karena
posisi hotel agak masuk gang nih. :D Orang mabok udah engga aneh deh di sini.
Suasana malam yang ramai dan sebaliknya di pagi hari sepi, yang ada hanya siraman
orang bule habis jackpot.
Sampai hari ke-4 kita hanya ke beberapa lokasi saja
mangkanya kita kejar setoran di hari ke-4 haha..dalam melakukan perjalanan di
Bali kita menyewa motor, murah kok harganya Cuma 60 ribu aja. Tips untuk sewa
motor adalah kalo isi bensin jangan banyak-banyak yah, saya isi banyak takut
kurang soalnya mau jalan jauh ternyata masih sisa banyak banget sayang deh tuh
T.T. Kalo beruntung saat sewa motor dapet fulltank :D
Kalo mau merencanakan jalan-jalan ke Bali harus di list
terlebih dahulu dan di kategorikan sesuai areanya.. contohnya kalo mau ke Bali
Selatan mending muter-muter di Selatan dan jangan nyebrang-nyebrang juga.
Sayang waktu kalo lama diperjalan aja.
Karena kita sudah menginap di Legian jadi agak lumayan
dekat juga kalo mau kemana-mana di banding di Ubud. Ternyata jadwal ngaret lagi
rencana bangun pagi pun sirna selama kita honeymoon, bener-bener deh T.T. Sehabis
solat subuh pasti kita langsung tepar lagi hehe..
Jam 9 teng deh kita mulai menarik gas motor beat punya
Zuk Hotel. Nah saatnya kita berjalan-jalan ria...
Destinasi pertama adalah GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang
lokasinya ada di tengah-tengah Bali Selatan. Disini kita hanya menggunakan
Google Maps, tak lupa juga kita mengucapkan terima kasih ke pada Mbah google
yang senantiasa menemani trip kita di Bali. :D Tips dalam menggunakan Google
Maps adalah sebelum berangkat ke Bali seyogyanya download dulu Google Maps
offline, ini kelebihan Google Maps dibandingan dengan GPS mobile yang lain. Setelah
didownload Maps dapat kita akses walaupun dengan Air plane Mode, sempat bingung
juga dia bisa deteksi kita lewat apa yah :mikir. Dari pada cape-cape mikir itu
mending lanjut trip lagi deh.
Sesampainya di GWK (Garuda Wisnu Kencana) kita langsung
bergegas ke loket. Harga per-orang domestik disini 70 rb..harga yang lumayan
mahal tetapi ini adalah tempat yang wajib dikunjungi :D
Tiket sudah termasuk biaya nonton tari legong atau
barong. Tetapi kita tidak menontonnya karena tadi kejar setoran hehe..
GWK (Garuda Wisnu Kencana) – Bali
GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali
Daily Live Performance - GWK (Garuda Wisnu Kencana) –
Bali
GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali
GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali
GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali
Setelah muter-muter di GWK kita melanjutkan perjalanan
kita ke Pantai Pandawa. Murah kok
masuk pantai-pantai di Bali, di Pantai Pandawa untuk harga domestik 8 ribu
per-orang. Keren banget deh nih pantai selain bersih airnya pun
jernih, mau berenang tapi kita dateng pas panas-panasnya dan emang engga bawa
baju ganti juga sih :D. Kita merencanakan besok dateng lagi kesini tapi waktu
honeymoon yang singkat tidak membiarkan
kita untuk balik lagi T.T. Nah duduk di tempat selonjoran yang ada payungnya ga
gratis yah..
Pantai Pandawa - Bali
Yang ini nih..emang enak sih panas-panah duduk di bawah
payung tiba-tiba ada seorang bapak-bapak dateng ke kita dan bilang kalo
harganya 50 ribu, sadis bener deh.. Setelah ngedenger kita langsung bangun aja
bilang ga jadi duduk hehe..tapi pas di jalan kita diwarin lagi duduk dengan
ibu-ibu pemilik toko di situ. Kita tawar aja dapet 30 ribu + 20 ribu sama es
kelapa :D lumayan kan dari pada ditempat sebelumnya :D
Pantai Pandawa – Bali
Pantai Pandawa – Bali
Kita engga lama-lama
di sini, tidur-tiduran sebentar abis itu langsung menju Pantai Green Bowl, harga tiket masuk 5 ribu. Untuk sampai di pantai
ini kita membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit untuk melalui anak tangga, kalo
ke sini mending rame-rame deh. Kemaren kita Cuma berdua doang di kerubunin
monyet-monyet yang kayanya mau nerkam, mana gede-gede juga lagi monyetnya T.T.
Pantai ini hanya cocok untuk surfing aja karena ombaknya cukup tinggi di sini.
Pantai Green Bowl – Bali
Pantai Green Bowl – Bali
Terasa capek juga disini setelah hiking untuk menuju
pantai dan balik lagi, kita sempat beberapa kali beristirahat. Pantai yang sepi
dan tidak terlalu besar.
Rasa capek tidak mengurungkan niat kita untuk
berkeliling lagi, Di hari yang ke-4 ini kita lebih banyak ke pantai-pantai.
Pantai selanjutnya adalah Pantai
Padang-Padang, pantai yang dulunya menjadi private beach sekarang sudah
untuk umum. Untuk memasuki pantai padang-padang kita menemui jalan setapak
tangga dan itu hanya bisa lewat 1 arah, jadi kita harus menunggu antrian untuk
melewati jalur ini. Memang pantainya tidak terlalu luas tetapi memang
bener-bener penuh banget tuh pantai.
Pantai Padang-Padang – Bali
Pantai Padang-Padang – Bali
Pantai Padang-Padang – Bali
Panas matahari di Bali memang tak seperti di Jakarta,
panasnya pol banget. Karena itu kita langsung ngacir aja ke hotel, tetapi di
perjalanan kita melewati Pantai Jimbaran.
Dimana pantai ini sangat terkenal dengan restoran seafood di pinggir laut.
Memang sih makanan akan terasa lebih enak jika ditambah dengan view yang keren
tetapi harganya lumayan juga kalo makan di sini. T.T
Pantai Jimbaran – Bali
Pantai Jimabaran – Bali
Akhirnya sampai pada hari terakhir kita menginjakan
kaki di Bali..Kayanya kurang juga padahal sudah 5 hari 4 malam di Bali. T.T Di
hari terakhir honeymoon kita ini sudah direncakan ke Tanah Lot, tempat wisata bali yang lumayan jauh dari pusat kota
Bali ini menjadikan kita harus kesana karena kalo kata orang “Kalo belum ke Tanah Lot, Belum ke Bali!”. Haha..
Sebelum kita ke Tanah
Lot kita menyempatkan untuk mendatangi Monumen
Bom Bali – Legian Street, dimana ini merupakan monumen yang dibuat untuk
mengenang korban-korban Bom Bali. 2 Klub malam itu sudah dijadikan Alf*am*t dan
yang satunya lagi dijadikan tempat parkir.
Monumen BOM Bali – Bali
Monumen BOM Bali – Bali
Monumen BOM Bali – Bali
Setelah itu kita menuju destinasi terakhir kita, Pura Tanah Lot – Bali. Memang benar
jika kesini siang-siang akan menemui banyak anak SMA atau SMP, lebih baik
datang sore kalau kesini untuk melihat sunset di Tanah Lot.
Tanah Lot – Bali
Tanah Lot – Bali
Tanah Lot – Bali
Tanah Lot – Bali
Tanah Lot – Bali
Selesai juga Honeymoon kita di Bali, Bali memang tidak
mengecawakan untuk Honeymoon. Banyak yang datang kesini untuk honeymoon, lebih
banyak orang bulenya di banding orang Indonesia. Padahal Indonesia keren banget
tapi kenapa banyak orang Indonesia yang lebih suka memilih ke luar negeri untuk
berwisata dibanding pulau-pulau Indonesia. T.T
Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kelancaran
mulai dari pra-acara pernikahan, hari pernikahan dan kita sampai honeymoon.
Terima Kasih kepada kedua orang tua kami untuk doa dan support yang diberikan
untuk kita, kepada saudara-saudari baik dari Kemayoran dan Magelang, Bang Bagus
yang memberikan referensi tempat wisata dan tips-tips di Bali, Alex sudah menemani
kita keliling Bali dan suport teman-teman yang saya tidak bisa sebutkan namanya
satu persatu. Semoga kalian mendapatkan balasan yang berlipat-lipat ganda,
Amin..
Terima kasih Pulau Dewata Bali, pulau yang menjadi
saksi bisu perjalan honeymoon kita.






No comments:
Post a Comment