The history of our honeymoon in Bali [11 – 15 April 2016]

Syukur alhamdulilah kita sudah sah menjadi suami istri. Saat deg-degan menunggu penghulu yang katanya telat karena menghadiri pernikahan lainnya yang jam 8 dan kami yang jam 9 akhirnya datang juga... Tarikan nafas panjang saya yang membuat dada ploongg yang sebelumnya sesak hehe..

Belum sampai disitu saja penderitaan saya berakhir, karena lama menunggu penghulu akhirnya ceramah dimajukan menjadi sebelum akad nikah. Finally akad dijalankan pada jam 10 pagi, disitu jantung langsung berdegup kencang, ini serius loh! Padahal sudah berusaha menenangkan diri. Untuk yang ingin menikah ada baiknya mengetahui dulu arti ijab qobul terlebih dahulu, kurang lebih seperti ini :

Ijab
Saudara/ananda fulan Bin fulan Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan fulanah yang bernama fulani dengan maskawin berupa emas, tunai.

Qobul
Saya terima nikah fulani binti fulanah Dengan maskawin tersebut tunai. (Kata penghulu ini dapat diterima dimapun)

Artinya :
“Saya tanggung dosa-dosa “Si dia” dari ibu bapaknya. Apa saja dosa yang dia kerjakan. Dari aurat hingga meninggalkan Shalat saya yang tanggung, bukan ibu bapaknya lagi. Dan Saya menanggung dosa anak-anak jika gagal dalam mendidiknya. Saya rela masuk neraka”.

Ini bukan sekedar berjabat tangan dan mengucapkan kalimat biasa, ini adalah kalimat sakral yang menyerahkan kewajiban orang tua wanita ke mempelai pria. Sebelum Qobul saksi meminta saya untuk latihan terlebih dahulu, saat latihan tidak bergetar tuh jantung waktu Qobul beneran langsung kenceng banget. Rasanya campur aduk..
Setelah saya mengucapkan Qobul tiba-tiba air mata menetes dengan sendirinya, maaf agak lebay yah hehe..nanti jika anda menikah akan merasakan perasaan yang sama deh..

Setelah itu acara adat jawa dijalankan, dan resepsi pun selesai. Ini saya longkap saja ceritanya yah karena judulnya kan honeymoon :D

Sebelum melakukan Honeymoon, tipsnya adalah jika tanggal pernikahan sudah ditetapkan dan tidak ada perubahan lagi segeralah membeli tiket pesawat PP jika belum ada duitnya beli untuk pergi dahulu bulan depan bisa beli yang untuk pulangnya. Begitupun untuk hotel dicicil saja membelinya karena disamping memikirkan honeymoon anda juga harus memikirkan untuk seserahan untuk hari H.

Honeymoon kita dimulai hari senin tanggal 11 April 2016 sampai 15 April 2016, sedangkan acara pernikan kita tanggal 9 April 2016 bertepatan tanggal 1 Rajab 1437 H. Jadi ada waktu istirahat terlebih dahulu di hari minggu karena saudara yang dari jawa masih ada di rumah.

Kita menginap 2 malam di Ubud dan 2 malam di Legian, untuk suasana lebih indah di ubud cocok banget untuk pengantin baru deh :D. Di Ubud kita bermalam di Labak River Hotel, hotel semi villa ini menjadikan honeymoon kita berkesan dan tak terlupakan.





Kita terbang ke Bandara Ngurah Rai - Denpasar Bali jam 08.00, bangun jam 04:00. Kita langsung prepare dan kita menggunakan taksi yang sebelumnya kita sudah booking untuk jam 5. Booking taksi adalah cara terbaik untuk dilakukan jika menggunakan taksi online resikonya besar karena di pagi hari masih sepi yang beroprasi. Nah sampailah kita di Bandara Soekarno Hatta jam 7an dan boarding.

Boarding Pass

Perjalanan dari di Bandara Soekarno Hatta sampai Bandara Ngurah Rai 1 jam 55 menit. Walupun lama tetapi tidak terasa sama sekali karena disuguhkan pemandangan yang luar biasa dari ketinggian 33.000 kaki di atas permukaan laut. Dari atas terlihat gunung-gunung yang menjulang tinggi dan sampai terkhir terlihat gunung Rinjani Lombok.


Gunung Rinjani – Lombok dari ketinggian 33.000 kaki di atas permukaan laut

Sesampainya di Bandara Ngurah Rai kami menggunakan taksi online, maaf saya tidak memberitahukan nama instansinya yah :D. Sangat murah deh dibanding kita menggunakan taksi konvensional. Dari bandara ke Ubud kita hanya mengeluarkan biaya 135 ribu kata temen saya yang jadi guide di sana kalo pake taksi konvensional bisa-bisa kena 350 ribuan, sadiskan harganya haha..

Tibalah di Labak River Hotel, hotel yang mengambil konsep semi villa ini menjadikan kelengkapan honeymoon kita di Ubud. Sangat disayangkan sekali kita booking untuk River View tetapi di-downgraded menjadi Garden View T.T, sudah menanyakan hal ini ke pihak Hotel dan Agen tiket online tetapi tetap saja tidak bisa dilakukan perubahan kamar hotel. Nah ini mungkin cobaan kali yah hehe..tapi ga terlalu masalah sih buat kita dan kita menikmati kamar hotel dan fasilitas yang disediakan oleh Hotel.

Karena belum makan siang kami berinisiatif untuk makan siang di hotel ini dan harga nasi goreng tuh 45 ribu satu belum termasuk minum, lumayan juga sih dan yang parahnya lagi kita ditanya oleh pelayannya “Mau pake ayam atau babi” :D dalem hati saya emang ga liat apa istri saya pake kerudung T.T. Dengan membaca doa mudah-mudahan makanan yang kita makan halal, Amin..

Pemandangan Restoran Labak River Hotel

Pemandangan Restoran Labak River Hotel



Room Labak River Hotel


Room Labak River Hotel


Room Labak River Hotel


Room Labak River Hotel


Room Labak River Hotel


Room Labak River Hotel


Room Labak River Hotel

Setelah makan siang langsung kita mendirikan solat, tak terasa waktu sore datang dan pada malam harinya kita berjalan santai melintasi perumahan di Ubud.
Disini membuat kita tak mudah melupakanya kenapa? Karena setiap rumah di Ubud masih menampilkan rumah adat Bali yang menjadi ciri khas tersendiri dan tidak lupa juga dengan sesajen atau disebut banten oleh orang Bali. Berbeda dengan suasana kota di Legian, di Ubud tidak ada lampu jalan yang membuat perjalanan kaki kita santai dan romantis :D.

Membeli jajanan disini jangan takut mahal, harga tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Tetapi jika membeli jajanan di tempat wisata pastilah harganya akan sedikit lebih mahal. Kalo saya lihat Orang Bali melihat orang indonesia mengunjungi Bali mereka merasa senang, dan perlakuan yang diberikan oleh mereka juga ramah dan sopan. Jangan melihat dari tato, anting ataupun mulut bau anggur, jika anda sopan merekapun akan sopan dengan anda. Tidak perlu khawatir berjalan di malam hari, Insyaa Allah tidak akan terjadi apa-apa, karena warga Bali sangat mempercayai karma.



Planning tidak berjalan lancar, kita merencanakan memulai hari kita jam 07:00 breakfast dan melanjutkan jalan-jalan di Ubud. Tetapi apa daya breakfast pun dimulai jam 9 T.T. Mungkin pada ngerti kenapa yah :D. Sebelum breakfast kita berenang terlebih dahulu memanfaatkan fasilitas yang ada dan jalan-jalan sekitar hotel, karena low season hotel lumayan sepi dan kolam renangpun serasa private swimming pool :D


Swimming Pool

Breakfast jam 09:00, Menu yang disajikan oleh pihak hotel lumayan enak dengan menu yang agak sedikit. Maklum perut isinya naga hehe..Tips memesan makanan untuk yang perutnya isi naga mendingan pesen yang Indonesian food aja, paling menunya nasi goreng atau mie goreng. Tidak disarankan memesan American food karena Cuma dapet roti, telor dan kentang. Kemaren saya memesan Indonesian Food dan istri memesan american food.

Breakfast Restoran Labak River Hotel

Perut udah kenyang kita langsung menuju Sacred Monkey Forest Sanctuary, untuk tiket masuk dikenakan Rp. 40.000 Per Orang, sayang sekali diisini tidak dibedakan harga Domestik maupun Asing. Nah disini yang membuat terheran-heran, harga 3 buah pisang 20 ribu dan ini pisang langsung di samber sama monyet T.T. Jadi akhirnya saya membeli 2 kali agar dapat berfoto bareng sama si monyet ..



Pura Dalem Agung Pabangtegal - Sacred Monkey Forest Sanctuary

Ini adalah pura yang berada di kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary, nah ini dia yang semalam kita cari ternyata berada disini. Dari Hotel ke sini hanya 2 km dan itu tidak terkena macet sama sekali, Dijamin mantap deh sambil menikmati pepohonan yang rindang dan rumah adat bali disertai dengan sesajennya.

Sacred Monkey Forest Sanctuary

Sacred Monkey Forest Sanctuary

Sacred Monkey Forest Sanctuary

Di dalam Sacred Monkey Forest Sanctuary  ada Holy Spring Temple, jaraknya lumayan juga untuk sampai disana. Beberapa kali kita beristirahat, tak terasa keringet udah bercucuran :D. Kemudian kita makan siang di Bebek Bengil Restaurant – Ubud, Tempatnya di pinggir sawah dan luas. Harga yang ditwarkan lumayan mahal, tetapi sebanding dengan harganya. Daging bebeknya empuk, sepertinya tidak dipresto karena tulang bebek keras hanya dagingnya saja yang empuk. Rekomended deh makan disini kalo lagi jalan-jalan ke Bali.
Tidak ingin membuang-buang waktu, kita sempatkan untuk melihat Museum Lukisan Bali – Ubud. Lukisannya memang bagus-bagus disini dan tak lupa konsep yang disuguhkan adalah konsep akan kentalnya adat bali, mulai dari lukisan Barong sampai lukisan pemandangan alam  Bali. Dan di musium ini tidak hanya memperlihatkan lukisannya saja tetapi dapat dijual, harganya mulai dari 8 juta sampai ratusan juta.

Barong, Museum Lukisan Bali – Ubud

Barong, Museum Lukisan Bali – Ubud

Barong, Museum Lukisan Bali – Ubud


Eh sebelum makan di Bebek Bengil Restaurant – Ubud kita sempat mampir di Ubud Palace rencananya mau nonton tari kecak di Ubud Palace tetapi diparkiran kita ditawarin tiket nonton tari kecak tetapi di Pura Batukaru, jarakanya dari Ubud Palace 5 menit ada di kiri jalan. Biasanya pertunjukan kecak dimainkan oleh laki-laki tetapi di Pura Batukaru dimaikan oleh wanita, walau ada beberapa laki-laki contohnya yang memainkan peran Hanoman dan Kumbakarna (Sosok raksasa di cerita Ramayana). Pertunjukan dimulai jam 19:00 – 21:00.

Kecak Dance - Ramayana Epic

Kecak Dance – Hanoman in action!

Kecak Dance - Ramayana Epic

Kecak Dance - Ramayana Epic

Tak hanya sampai disitu hari ke-2 kami honeymoon, kita jalan-jalan mengelilingi Ubud dengan menyewa motor vario :D. Suasana yang tenang dan sedikit lampu jalan membuat keunikan tersendiri di Ubud, dalam hati saya “Ini adalah tempat yang sesuai rencana honeymoon, tidak usah jauh-jauh keluar negeri toh di Indonesia kaya akan wisata alam dan sejarahnya”. Merasa bangga bisa terlahir di Indonesia karena mau menikmati alam tidak perlu banyak mengeluarkan uang. Sepanjang jalan kita melihat kanan kiri mencari tempat untuk makan malam, ternyata ada sebuah tempat makan dengan nama Masakan Manado (Indonesian Food) kita sepakat untuk makan disini, ternyata makanan enak dan harganya terjangkau. Rekomended deh makan di sini, owh iya satu lagi porsinya banyak sampai-sampai kita bungkus untuk dibawa ke hotel. Lumayan kan hehe.. Lokasinya sekitar 20 menit dari Ubud Palace. Setelah makan kami bergegas deh kembali ke hotel.



Singkat cerita matahari pagi menyambut kami dengan hangat dan bangun telat adalah menjadi kebiasaan kita dibali :D. Disini rasanya tidak ingin kemana-mana mungkin rasa capek setelah acara pernikahan masih terasa, tapi sayang juga kalo engga kemana-mana sih hehe..
Di hari 3 kita menggukan jasa guide yaitu teman saya sendiri dia sudah lama di bali menjadi guide. Kita mulai perjalanan kita jam 10:00, langsung saja kita berangkat dan menuju Pasar Sukawati – Ubud. Menurut saya murah membeli oleh-oleh disini, tetapi dengan catatan harus membeli banyak dan pinter menawar. Disini saya membeli oleh-oleh baju Barong, sarung, celana, dress Bali, topi, gelang dan kalung.  Setelah selesai tawar-menawar harga dengan sipenjual dan kehabisan energi kita langsung ke rumah makan padang di daerah Tanjung Benoa. Membeli 3 porsi habis Rp. 145.000.

Perut sudah terisi waktunya kita main air :D. Nah ini yang membuat saya penasaran yaitu fly board – Flying like a Super Hero.
Kalo kata The Script :
“When you've been fighting for it all your life
You've been working every day and night
That's how a superhero learns to fly

(Every day, every hour
Turn the pain into power)”

Ternyata ada maknanya juga bermain fly board hehe..Untuk terbang itu tak semudah yang dipikirkan butuh usaha yang keras dan pastinya berdoa.

Nah ini dia foto-foto yang berhasil dijepret, terlihat gampang tetapi sebenarnya susah T.T

Fly Board – Northcoast Dive & Water Sport

Fly Board – Northcoast Dive & Water Sport

Fly Board – Northcoast Dive & Water Sport

Fly Board – Northcoast Dive & Water Sport

Fly Board – Northcoast Dive & Water Sport

Fly Board – Northcoast Dive & Water Sport

Fly Board – Northcoast Dive & Water Sport

Setelah bermain Fly Board kita snorkling di Northcoast Dive & Water Sport - Tanjung Benoa, seru juga snorkling di sini ikannya lumayan banyak tapi katanya kalo pagi hari lebih banyak. Sayang lautnya banyak sampah yang berserakan. Tips untuk yang ingin mengunjungi tempat-tempat wisata mau dimanapun itu, jagalah kebersihan agar anak cucu kita dapat menikmatinya juga.

Snorkling – Northcoast Dive & Water Sport


Lumayan lama juga kita bermain-main di air, langsung bilas dan ganti baju terus cusss deh ke Pura Uluwatu, jaraknya lumayan jauh dari tempat snorkling ke Pura Uluwatu. Setelah 1 jam perjalan akhirnya kita sampai di tujuan kita yaitu Pura Uluwatu, tempatnya kurang lebih seperti monkey forest banyak sekali monyet liar berlalu lalang membuat kami menyembunyikan barang bawaan kami ke tas :D. Monyet disini mengambil barang bukan untuk mencuri melaikan untuk menukarkan makanan haha..Nah kemaren banyak yang diambil barang-barangnya dari mulai sendal, topi, kaca mata dan yang terakhir kamera T.T. Monyet disini memang pintar mengambil barang orang yang sedang jalan pulang, jadi saat konsentrasi turis sudah lengah para monyet mengincarnya. Dan parahnya setelah di beri makanan monyet langsung melepaskan kamera turis tersebut dan langsung terkena batu T.T. Untuk yang mau kesini berhati-hati selalu jangan memegang barang penting di tangan karena kekuatan tangan monyet lebih kuat dari kita.

Pura Luhur Uluwatu – Bali

Pura Luhur Uluwatu – Bali

Pura Luhur Uluwatu – Bali

Pura Luhur Uluwatu – Bali

Pura Luhur Uluwatu – Bali

Pura Luhur Uluwatu – Bali

Pura Luhur Uluwatu – Bali

Nah ini temen ane yang merangkap jadi guide dan photografer, thanks yah kang.. udah lama ga ketemu setelah selesai kuliah eh ketemunya di Bali hehe. Setelah selesai dari Uluwatu kita langsung ke Agung Bali untuk membeli oleh-oleh makanan kaya Pie Bali Dhian dan Kacang Bali Matahari, rasanya JUARA banget deh :D. Ga kerasa ternyata beli oleh-oleh banyak juga yah, belum dicampur sama baju dan aksesoris. Kaget juga pas liat rekening duit udah tifis hehe..Pas malemnya kita itung-itung lagi ternyata emang bener sesuai dengan kenyataan T.T. Ada enaknya ada engganya kalo honeymoon tuh ya ga enaknya ini, diselah-selah kesenangan kita bulan madu dengan istri kita juga harus memikirkan oleh-oleh untuk keluarga, tetangga dan teman kantor. Tapi intinya honeymoon itu kan kenangan, “Uang bisa dicari tetapi kenangan tidak bisa kembali” Itu..!

Nah kita langsung ke hotel yang di Legian yaitu Zuk Hotel, Hotel yang tidak merogoh kantong dalam-dalam dan ada di dalam pusat kota. Yap benar di Legian Street. Harga murah dan sudah dapat breakfast prasmanan. Sesampainya di legian street suasana sepi Ubud berubah menjadi hingar bingar klub-klub malam T.T. Sebenarnya tidak terlalu suka disini, karenan kita berdua belum pernah ke Bali kita sepakat untuk kesini ingin tahu saja. Sebelum ke hotel kita melewatin Legian Street terlebuh dahulu karena posisi hotel agak masuk gang nih. :D Orang mabok udah engga aneh deh di sini. Suasana malam yang ramai dan sebaliknya di pagi hari sepi, yang ada hanya siraman orang bule habis jackpot.



Sampai hari ke-4 kita hanya ke beberapa lokasi saja mangkanya kita kejar setoran di hari ke-4 haha..dalam melakukan perjalanan di Bali kita menyewa motor, murah kok harganya Cuma 60 ribu aja. Tips untuk sewa motor adalah kalo isi bensin jangan banyak-banyak yah, saya isi banyak takut kurang soalnya mau jalan jauh ternyata masih sisa banyak banget sayang deh tuh T.T. Kalo beruntung saat sewa motor dapet fulltank :D

Kalo mau merencanakan jalan-jalan ke Bali harus di list terlebih dahulu dan di kategorikan sesuai areanya.. contohnya kalo mau ke Bali Selatan mending muter-muter di Selatan dan jangan nyebrang-nyebrang juga. Sayang waktu kalo lama diperjalan aja.

Karena kita sudah menginap di Legian jadi agak lumayan dekat juga kalo mau kemana-mana di banding di Ubud. Ternyata jadwal ngaret lagi rencana bangun pagi pun sirna selama kita honeymoon, bener-bener deh T.T. Sehabis solat subuh pasti kita langsung tepar lagi hehe..

Jam 9 teng deh kita mulai menarik gas motor beat punya Zuk Hotel. Nah saatnya kita berjalan-jalan ria...
Destinasi pertama adalah GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang lokasinya ada di tengah-tengah Bali Selatan. Disini kita hanya menggunakan Google Maps, tak lupa juga kita mengucapkan terima kasih ke pada Mbah google yang senantiasa menemani trip kita di Bali. :D Tips dalam menggunakan Google Maps adalah sebelum berangkat ke Bali seyogyanya download dulu Google Maps offline, ini kelebihan Google Maps dibandingan dengan GPS mobile yang lain. Setelah didownload Maps dapat kita akses walaupun dengan Air plane Mode, sempat bingung juga dia bisa deteksi kita lewat apa yah :mikir. Dari pada cape-cape mikir itu mending lanjut trip lagi deh.

Sesampainya di GWK (Garuda Wisnu Kencana) kita langsung bergegas ke loket. Harga per-orang domestik disini 70 rb..harga yang lumayan mahal tetapi ini adalah tempat yang wajib dikunjungi :D
Tiket sudah termasuk biaya nonton tari legong atau barong. Tetapi kita tidak menontonnya karena tadi kejar setoran hehe..

GWK (Garuda Wisnu Kencana) – Bali

GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali

Daily Live Performance - GWK (Garuda Wisnu Kencana) – Bali

GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali

GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali

GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali

GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali


GWK (Garuda Wisnu Kencana) - Bali

Setelah muter-muter di GWK kita melanjutkan perjalanan kita ke Pantai Pandawa. Murah kok masuk pantai-pantai di Bali, di Pantai Pandawa untuk harga domestik 8 ribu per-orang. Keren banget deh nih pantai selain bersih airnya pun jernih, mau berenang tapi kita dateng pas panas-panasnya dan emang engga bawa baju ganti juga sih :D. Kita merencanakan besok dateng lagi kesini tapi waktu honeymoon yang singkat  tidak membiarkan kita untuk balik lagi T.T. Nah duduk di tempat selonjoran yang ada payungnya ga gratis yah..

Pantai Pandawa - Bali

Yang ini nih..emang enak sih panas-panah duduk di bawah payung tiba-tiba ada seorang bapak-bapak dateng ke kita dan bilang kalo harganya 50 ribu, sadis bener deh.. Setelah ngedenger kita langsung bangun aja bilang ga jadi duduk hehe..tapi pas di jalan kita diwarin lagi duduk dengan ibu-ibu pemilik toko di situ. Kita tawar aja dapet 30 ribu + 20 ribu sama es kelapa :D lumayan kan dari pada ditempat sebelumnya :D

Pantai Pandawa – Bali


Pantai Pandawa – Bali

 Kita engga lama-lama di sini, tidur-tiduran sebentar abis itu langsung menju Pantai Green Bowl, harga tiket masuk 5 ribu. Untuk sampai di pantai ini kita membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit untuk melalui anak tangga, kalo ke sini mending rame-rame deh. Kemaren kita Cuma berdua doang di kerubunin monyet-monyet yang kayanya mau nerkam, mana gede-gede juga lagi monyetnya T.T. Pantai ini hanya cocok untuk surfing aja karena ombaknya cukup tinggi di sini.

Pantai Green Bowl – Bali

Pantai Green Bowl – Bali

Terasa capek juga disini setelah hiking untuk menuju pantai dan balik lagi, kita sempat beberapa kali beristirahat. Pantai yang sepi dan tidak terlalu besar.

Rasa capek tidak mengurungkan niat kita untuk berkeliling lagi, Di hari yang ke-4 ini kita lebih banyak ke pantai-pantai. Pantai selanjutnya adalah Pantai Padang-Padang, pantai yang dulunya menjadi private beach sekarang sudah untuk umum. Untuk memasuki pantai padang-padang kita menemui jalan setapak tangga dan itu hanya bisa lewat 1 arah, jadi kita harus menunggu antrian untuk melewati jalur ini. Memang pantainya tidak terlalu luas tetapi memang bener-bener penuh banget tuh pantai.

Pantai Padang-Padang – Bali

Pantai Padang-Padang – Bali


Pantai Padang-Padang – Bali


Panas matahari di Bali memang tak seperti di Jakarta, panasnya pol banget. Karena itu kita langsung ngacir aja ke hotel, tetapi di perjalanan kita melewati Pantai Jimbaran. Dimana pantai ini sangat terkenal dengan restoran seafood di pinggir laut. Memang sih makanan akan terasa lebih enak jika ditambah dengan view yang keren tetapi harganya lumayan juga kalo makan di sini. T.T

Pantai Jimbaran – Bali

Pantai Jimabaran – Bali





Akhirnya sampai pada hari terakhir kita menginjakan kaki di Bali..Kayanya kurang juga padahal sudah 5 hari 4 malam di Bali. T.T Di hari terakhir honeymoon kita ini sudah direncakan ke Tanah Lot, tempat wisata bali yang lumayan jauh dari pusat kota Bali ini menjadikan kita harus kesana karena kalo kata orang “Kalo belum ke Tanah Lot, Belum ke Bali!”. Haha..

Sebelum kita ke Tanah Lot kita menyempatkan untuk mendatangi Monumen Bom Bali – Legian Street, dimana ini merupakan monumen yang dibuat untuk mengenang korban-korban Bom Bali. 2 Klub malam itu sudah dijadikan Alf*am*t dan yang satunya lagi dijadikan tempat parkir.

Monumen BOM Bali – Bali

Monumen BOM Bali – Bali

Monumen BOM Bali – Bali

Setelah itu kita menuju destinasi terakhir kita, Pura Tanah Lot – Bali. Memang benar jika kesini siang-siang akan menemui banyak anak SMA atau SMP, lebih baik datang sore kalau kesini untuk melihat sunset di Tanah Lot.

Tanah Lot – Bali

Tanah Lot - Bali

Tanah Lot – Bali

Tanah Lot – Bali

Tanah Lot – Bali

Tanah Lot – Bali

Selesai juga Honeymoon kita di Bali, Bali memang tidak mengecawakan untuk Honeymoon. Banyak yang datang kesini untuk honeymoon, lebih banyak orang bulenya di banding orang Indonesia. Padahal Indonesia keren banget tapi kenapa banyak orang Indonesia yang lebih suka memilih ke luar negeri untuk berwisata dibanding pulau-pulau Indonesia. T.T

Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kelancaran mulai dari pra-acara pernikahan, hari pernikahan dan kita sampai honeymoon. Terima Kasih kepada kedua orang tua kami untuk doa dan support yang diberikan untuk kita, kepada saudara-saudari baik dari Kemayoran dan Magelang, Bang Bagus yang memberikan referensi tempat wisata dan tips-tips di Bali, Alex sudah menemani kita keliling Bali dan suport teman-teman yang saya tidak bisa sebutkan namanya satu persatu. Semoga kalian mendapatkan balasan yang berlipat-lipat ganda, Amin..

Terima kasih Pulau Dewata Bali, pulau yang menjadi saksi bisu perjalan honeymoon kita.

No comments:

Post a Comment