Apa itu database?
kumpulan data yang disimpan dan
diatur/ diorganisasikan sehingga data tersebut dapat diambil atau dicari dengan
mudah/ efisien
Contoh database engine:
• Sql Server
• MS Access
• Oracle Database
• MySQL
• Firebird
• PostgreSQL
• DB2
• Merupakan komponen penting dalam
infrastruktur informasi
• Aplikasi-aplikasi sistem informasi
hampir semuanya menggunakan database
• Situs-situs e-commerce atau
situs-situs lainnya menggunakan database untuk menyimpan informasi dari visitor
• Apakah perlu diamankan ?? PERLU!
• Pada prakteknya tidak demikian à jarang diperhatikan dan sering
diabaikan
• Kenapa ??
Karena mereka
lebih memperhatikan web server atau application server ketimbang database
server
• Perhatian lebih banyak diberikan
untuk perlindungan terhadap serang DoS dan deface
• Apa yang terjadi bila database server
diserang??
akan mengalami
kerugian yang besar, bahkan lebih besar dibandingkan kerugian akibat downtime
• Apa yang dilakukan oleh hacker
terhadap database server?
bukan menghapus
bukan merubah
bukan merusak
tetapi MENCURI !!
Apa dampak dari pencurian database?
• Paling ringan: Perusahaan HANYA akan
kehilangan waktu dan uang untuk biaya penyelidikan
• Menghentikan layanan kepada customer
sampai sistemnya dinyatakan dapat dipercaya, misalnya website ditutup sementara
waktu
• Diperas oleh pelaku
Contoh kasus:
• Desember 2000, situs egghead.com,
sebuah toko penjual komputer retail, mengalami pencurian database, diperkirakan
3.7 juta data kartu kredit pembeli telah dicuri
• Tahun 1999, seorang Rusia bernama
Maxus, berhasil mencuri data kartu kredit dari cdUniversal dan memeras
perusahaan tersebut.
• November 2001, situs playboy.com
mengalami hal yang sama
• Musim semi 2001, diperkirakan
sebanyak 98000 informasi kartu kredit telah berhasil dicuri
• Maret 2001, FBI melaporkan lebih dari
40 situs perbankan mengalami pencurian oleh hacker dari Rusia dan Ukraina
Langkah-langkah yang melindungan database
• Database server harus dikonfigurasi
dengan benar, baik database enginenya maupun infrastrukturnya
• Pemberian otoritas user harus sesuai
dengan kebutuhan aplikasi
• Sebaiknya password database tidak
diberikan kepada user
• Hanya diperbolehkan untuk mengakses
data yang diperlukan saja
• Jangan menggunakan user root, system
atau selevelnya pada aplikasi untuk mengakses database server
• Jangan pernah user root atau
selevelnya tanpa password
Bagaimana dengan infrastruktur jaringan?
1. Pisahkan database server dari
application server
– Model 3-tier, bukan 2-tier
– 2-tier, jika hacker berhasil menjebol
web server, maka mereka akan memperoleh akses ke database kita.
– Muncul masalah
• ada cost untuk server lagi, tetapi
lebih murah dibanding kerugian bila database dicuri orang
• 3-tierà kinerja menurun karena butuh waktu untuk
transfer data antara web dan database server, tetapi pada kenyataannya justru
yang butuh waktu lama adalah transfer dari client ke application server
• Database ßà Application server cepat, karena
intranet
2. Jangan menaruh database server di
area DMZ
– Kalau di DMZ, dapat diakses dari
publik
– Ada pemikiran bila ditaruh pada area
DMZ dan dipasang firewall maka database server aman
– Yakin aman?? TIDAK !!
– Memang benar firewall akan men-drop
paket yang datang dari luar menuju ke database server, tetapi tidak men-drop
paket yang datang dari area DMZ, misalnya mail server yang telah ‘tercemar’
– Ada 2 cara penerapan database server
bila di luar DMZ
·
Firewall
sebelah kanan, dikonfigurasi agar yang menuju ke ‘data1’ harus berasal dari
‘web1’ dan melalui port 4100
·
Jika
ada server lain yang ‘tercemar’ di area DMZ, maka server itu tidak dapat
menyerang ‘data1’
- Firewall dikonfigurasi agar yang menuju ke ‘data1’ harus berasal dari ‘web1’ dan melalui port 4100
- Jika ada server lain yang ‘tercemar’ di area DMZ, maka server itu tidak dapat menyerang ‘data1’
·
‘data1’
tidak menerima paket yang datang dari luar
3. Ganti Peralatan Hub dengan Switch
– Untuk menghindari bila intruder
memasang program di salah satu server untuk menangkap data yang lewat pada
jaringan
– Kebanyakan switch dapat dikontrol
melalui telnet konsol
– Apakah dengan memakai switch sudah
aman ??
– Bagaimana bila intruder sudah
menguasai salah satu server dan berusaha untuk mendapatkan akses ke switch
– Jika switch sudah dikuasai, maka
intruder dapat meneruskan trafik di area DMZ ke port dari server yang sudah
dikuasai
4. Enkripsi Data Antara Web dan
Database Server
– Ada yang mengatakan, “Saya sudah
menggunakan SSL, sehingga datanya aman”
– Perlu diingat, SSL itu hanya dari
client ke web server
– Bagaimana dari web ke database server
?? TIDAK DIENKRIP
– Jadi ?? Trafik data antara web dan
database server harus dienkrip
– Caranya ?? Beberapa database engine
sudah dilengkapi dengan enkripsi melalui SSL
– Bagaimana kalau belum dilengkapi
dengan SSL ?? Bisa menggunakan SSH Port Forwarding dan STunnel
Kesimpulan
• Memang benar tidak ada jaringan yang
kebal terhadap serangan hacker, namun dengan langkah-langkah pencegahan ini,
kita dapat membuat sulit bagi intruder untuk mencuri data baik dari database
atau dari lalu lintas data
• Membiarkan database server tanpa
pengamanan dengan firewall dan enkripsi akan menimbulkan masalah yang besar
• Pastikan bahwa web server dan
database server sudah dipatch dengan versi yang terakhir
• Perlu pendidikan mengenai keamanan
administrator jaringan, database administrator dan web programmer
• Pastikan bahwa web programmer/ web
developer dan DBA telah melaksanakan tugasnya dengan baik
No comments:
Post a Comment