Change Management



       Gartner Group:
                Transformasi dari organisasi sejajar dengan pelaksanaan pilihan strategi perusahaan
       Pengelolaan elemen manusia dalam skala besarlah yang merubah proyek
       Dalam pengelolaan proyek TI, sangat penting untuk melancarkan transisinya dan implementasinya dari solusi TI baru

THE NATURE OF CHANGE
Fokus:
Bagaimana perubahan membawa dampak bagi individu?
Bagaimana perubahan membawa dampak bagi organisasi?

Sumber Perubahan:
·         Kejadian Global
·         Kejadian Lokal
Organisasi
·         Hubungan Pribadi (Personal)
·         Keputusan Pribadi (Personal)

Dampak Perubahan
       Jeanie Duck (2001)
      Hampir semua perubahan dalam hidup kita menimbulkan sejumlah kegelisahan
      Kegelisahan dikombinasikan dengan harapan adalah anticipation (antisipasi) , sedangkan kegelisahan dengan keprihatinan adalah dread (rasa takut)
       Setiap perubahan disertai oleh sejumlah stress tertentu.

Daryl Conner (1995) dalam Mengelola Kecepatan Perubahan
       Seorang individu harus berhubungan dengan berbagai macam perubahan
       Kita harus mengasimilasikan perubahan ini terus menerus atau sepanjang waktu
       Akan terjadi masalah apabila seseorang tidak dapat mengasimilasikan perubahan dengan cepat
       Perubahan cenderung mempunyai dampak akumulatif, sedangkan manusia hanya dapat mengasimilasi perubahan pada langkah tertentu.
       Assimilation (Davidson 2002):
Proses adaptasi, merubah dan menentukan kemampuan kita untuk menangani perubahan pada waktu ini dan di masa depan
       Apabila seorang individu melewati a certain change threshold (ambang pintu perubahan tertentu), dia mungkin menjadi stress dan menunjukkan dysfunctional behavior (gangguan perilaku)
       Organisasi terdiri dari manusia. Setiap perubahan yang diadopsi oleh organisasi harus diasimilasikan dan dikelola dalam change threshold (ambang pintu perubahan)
       Dysfunctional behavior of organization:
      Ketidak mampuan untuk mengambil keuntungan dari peluang baru atau solusi dari masalah yang dihadapi masa kini reflected in ability of gaining profit (terefleksikan pada ketidak mampuan untuk mendapatkan keuntungan)

Change as a Process
Force Field Analysis:
       Suatu teknik untuk membangun gambaran besar mengenai semua kekuatan tertentu untuk perubahan tertentu atau melawan perubahan tertentu (the forces in favor or against a particular change)
       Diperlukan untuk menentukan strategi perubahan
       Driving forces (Pendorong perubahan): berinisiasi dan bermotivasi untuk perubahan
       Kekuatan menentang/bersiketegang: hambatan untuk perubahan

Change process (Marchewska, based on Kurt Lewin model)
Model ini menyarankan bahwa dimulai dengan start, maka suatu perubahan berakhir pada keadaan masa kini.  

Neutral Zone (Bridges 1991)
       Sama dengan keadaan transisi (Equal to transition state)
       Beramai-ramai individu melalui transisi sering menghasilkan kebingungan (confusion) di bagian yang ada dalam neutral zone nya. Dan kekuatan yang menentang cenderung untuk mendorong individu tersebut kembali ke keadaan mereka lagi, atau melarikan diri

Emotional Responses to Change
5 Tahapan yang bereaksi pada kehilangan
                (Stages of Reaction of loss)
(diadopsi dari Kübler-Ross 1969: On Death and Dying)
  1. Denial (Penolakan)
  2. Anger (Marah)  Menyalahkan orang lain, pada siapapun yang bertanggung jawab untuk menciptakan perubahan (To blame whoever is responsible for creating the change)
  1. Bargaining  (Tawar Menawar) Bekerjasama, mencoba untuk membuat kesepakatan agar dapat menghindari perubahan (Cooperative, try to make deals in order to avoid the change)
  1. Depression  Terjadi apabila terdapat pengertian yang berlebihan dari kehilangan dari status quo nya (Occurs when there is an overwhelming sense of the loss of the status quo)
  1. Acceptance (Menerima)

THE CHANGE MANAGEMENT PLAN
Kuncinya:
Merencanakan untuk dan mengelola perubahan serta hubungannya dengan transisi secara efektif (To plan for and to manage the change and its associated transition effectively)


Menilai Kemauan, Kesiapan, dan Kemampuan untuk Perubahan
       Tentukan pemainnya (stakeholders) termasuk dalam perubahan akan berupa, peranan mereka, dan bagaimana mereka akan saling berinteraksi satu dengan lainnya (Davidson 2002)
       Peranan dalam inisiatif perubahan:
      Sponsor
      Agen perubahan (Change agents)
      Targets

Sponsor
       Individu / kelompok yang mempunyai kemauan dan kekuatan, dalam bentuk otoritas/kekuasaan dan membuat tersedianya sumberdaya, untuk mendukung proyek
       Meprakasai sponsor
       Mempertahankan sponsor
Agen Perubahan (Change agents)
       Individu / kelompok yang bertanggung jawab untuk membuat perubahan terjadi agar dapat mencapai tujuan dan sasaran proyek
Targets
       Individu / kelompok yang harus berubah

Kajiannya termasuk:
  1. Meklarisfikasi dampak nyata dari perubahan.
  2. Memahami luasnya perubahan
  3. Menentukan apa yang selesai dan yang belum selesai
  4. Menentukan apakah aturan untuk sukses telah dirubah
       Orang akan bingung dan kehilangan orientasi apabila aturan untuk perubahan untuk sukses berubah atau tidak lagi ditentukan dengan jelas

Leavitt’s Model:



4 Pendekatan untuk pengelolaan perubahan:
  1. Pendekatan empiris-nrasional (Rational-empirical approach)
  2. Pendekatan pendidikan kembali-normatif (Normative-reeducation approach)
  3. Pendekatan pemaksaan-kekuatan (Power-coercive approach)
  4. Pendekatan adaptasi-lingkungan (Environmental-adaptive approach)


WIIFM= what’s in it for me
                Agen perubahan harus yakin dalam meyakinkan, menjelaskan, dan mendemonstrasikan bagaimana perubahan tertentu akan menguntungkan target perubahan tertentu. Informasi seharusnya:
        Consistent (pada keseluruhan organisasi)
        Accurate & timely (untuk menghindari gossip, etc)

Normative-Reeducation Approach
       Ide (Kurt Lewin): Manusia adalah mahluk sosial  dan bahwa perilaku manusia dapat dirubah dengan merubah norma sosial dari suatu kelompok
       Fokus pada komponen budaya kelompok (nilai inti, kepercayaan, membangun hubungan)
       Sulit
       Membutuhkan waktu banyak (kegiatan: studi nilai & kepercayaan yang ada à mencairkan nilai yang ada)
       Menolong manusia untuk menentukan kembali norma sosial yang ada ke dalam rangkaian baru yang mendukung upaya perubahan.

Environmental-Adaptive Approach
       Dasar pemikiran: Meskipun menghindari gangguan dan kehilangan, manusia masih dapat beradaptasi pada perubahan
       Membuat perubahan secara permanen dengan menghapus cara lama dan melembagakan struktur baru secepatnya
       Manusia akan sampai pada titik yang tidak mungkin balik (to a point of no return)  (menginstall s/w baru selama the week-end)

Menerapkan Rencana Manajemen Perubahan dan Arah Kemajuan
       Implementasikan rencana
       Gunakan berbagai alat proyek untuk menelusuri kemajuan
       Buat daftar dari tonggak (milestones) dan kejadian yang penting
       Dirikan alur komunikasi yang efektif
       Tim proyek & sponsor proyek seharusnya menciptakan jalur komunikasi terbuka ke berbagai kelompok yang akan dijadikan target perubahan

Evaluasi Pengalaman dan bangun Belajar dari Pengalaman
(Evaluate Experience and develop Lessons Learned)
       Pengalaman seharusnya didokumentasikan
       Sukses dari pengelolaan perubahan seharusnya  didokumentasikan dan tersedia untuk tim lain
       Evaluasi pada akhir dari proyek

BERHADAPAN DENGAN PERLAWANAN DAN KONFLIK (DEALING WITH RESISTANCE AND CONFLICT)
Perlawanan & Konflik :
1.       Bagian yang alami dari perubahan (A natural part of change)
2.       Pendekatan untuk menghadapinya (Approaches for dealing with)

Perlawanan (Resistance)
       Sifat manusia, dan bagian alami dari proses perubahan
       Tim proyek dan sponsor adalah agen/ pendukung perubahan
       Perlawanan seharusnya diantisipasi dari permulaan proyek
       PM harus memahami yang dirasakan oleh individu atau kelompok sebagai kehilangan

Konflik (Conflict)
       Konflik timbul apabila orang merasa bahwa keinginan mereka dan nilai ditantang  atau tidak tercapai
       Meskipun konflik dapat positif dan menolong membentuk ide baru dan membangun commitment, konflik negatif tetap teratasi akan menuju pada:
       Rusaknya hubungan
      Tidak ada kepercayaan (mistrust)
      Issue yang tidak terselesaikan (unresolved issues)
      Stress terus menrus (continued stress)
      Perilaku yang tidak berfungsi (dysfunctional behavior)
      Produktivitas dan moral rendah (low productivity and morale)
(Davidson 2002)
Verma (1998)
       Cara terbaik untuk mengurangi konflik adalah menghadapinya
       Pendangan tentang konflik:
      Pandangan Traditional (1850s – mid 1940s)
Konflik mengarah pada kinerja rendah/jelek, agresif, dan penghancuran apabila ditinggalkan akan meluas/meningkat. Seharusnya dieliminasi secepatnya.
      Pandangan Kontemporer (mid 1940s – 1970s)
                Konflik tidak terlekakan dan alami.
                Konflik dapat positif (menstimulasi ideas and kreativitas) atau negatif
      Pandangan Interactionist (1970s – now)
                Konflik adalah bahan yang penting dan nperlu untuk kinerja

Verma (1998)
Konflik di dalam proyek berhubungan dengan satu atau kombinasi dari:
       tujuan, sasaran, atau spesifikasi dari proyek
       administrasi, struktur pengelolaan, pokok yang mendasari philosophies
       Hubungan interpersonal didasarkan pada kerja etika, gaya, ego, kepribadian

Verma (1998); Blake & Mouton (1964):
Pendekatan untuk menghadapi konflik (dapat dipilih oleh PM):
       Menghindari (Avoidance)   
       Mengakomodasi (Accommodation)  
       Memaksa (Forcing)  
       Kompromi (Compromise)   
       Kerjasama (Collaboration)   
Pilihannya tergantung pada:
       Jenis konflik dan relatif kepentingannya pada proyek
       Tekanan waktu
       Posisi pada kekuasaan dari pihak yang terkait 
       Penekannya: maintaining tujuan/sasaran atau maintaining hubungan

       Menghindari (Avoidance)
                Mundur, menarik diri/tak mau tahu adanya konflik (withdrawing/ignoring conflict).
Mengaplikasikan perioda pendinginnan (Apply cooling-off period) apabila emosi dan kemarahan sedang tinggi.
       Mengakomodasi (Accommodation)
                Gunakan apabila tujuan lebih penting dari pada keinginan personal.
                Cenderung kerja saja dalam jangka waktu pendek

Pengelolaan Sifat Perlawanan (Polarity Management)
       Memberikan pendekatan kerjasama untuk melakukan perjanjian dengan perlawanan dan konflik
       Crusaders dan pembawa Tradisi (Tradition Bearers) bekerja bersama untuk membangun peta sifat perlawanan  (a polarity map)
       Peta Sifat Perlawanan (Polarity Map) menentukan terbalik ke atas dan ke bawah dari setiap pole yang disarankan C & TB
       C & TB kerja bersama untuk membangun suatu solusi guna me maintaining berbalik ke atas (the upsides) dari setiap poles sambil meminimasi berbalik ke bawah (the down sides)

Polarity Management


       C & TB bekerja sama mengembangkan solusi untuk mempertahankan sisi dari setiap kutub dan meminimalkan sisi bawah

No comments:

Post a Comment