• Raid ( redundant arrays of independent disks)
satu set disk drive yang bekerja seolah-olah sebagai satu disk drive tunggal
• Latar belakang raid
1. Kecepatan komputer tergantung dari kecepatan cpu, kecepatan memory dan kecepatan proses i/o
2. Kecepatan memori dan processor berkembang cepat
3. Kecepatan proses i/o berkembang lambat
• Blok-blok data disebut page-page data disimpan dalam pola pita-pita (stripes)
• Tiga karakteristik umum dari raid ini, yaitu:
1. Menurut stallings [stallings2001], raid adalah sebuah set dari beberapa physical drive yang dipandang oleh sistem operasi sebagai sebuah logical drive.
2. Data didistribusikan ke dalam array dari beberapa physical drive.
3. Kapasitas disk yang berlebih digunakan untuk menyimpan informasi paritas, yang menjamin data dapat diperbaiki jika terjadi kegagalan pada salah satu disk.
• Blok-blok data disebut page-page data disimpan dalam pola pita-pita (stripes)
* Raid dengan empat disk dan striping
Page 1-4 dapat dibaca/tulis secara paralel dalam waktu bersamaan
Perbaikan kehandalan / reliability disk melalui duplikasi
• Kerusakan beberapa disk yang dijadikan satu lebih besar dibandingkan dengan kerusakan satu disk.
mis : mttf disk 100.000 jam ( 11 tahun), jika 100 disk dijadikan satu maka mttf menjadi 100.000 / 100 = 1000 jam ( 42 hari)
• Solusi untuk permasalahan di atas adalah dengan membuat duplikasi disk, menyimpan data yang sama pada dua disk yang berbeda, sehingga jika data rusak pada disk yang satu, maka data pada disk yang lain dapat diselamatkan. (teknik ini sidebut mirroring atau shadowing)
• Mttf pada disk yang menggunakan mirorring tergantung dari mttf masing-masing disk. Serta tergantung dari mean time to repair
( waktu yang dibutuhkan untuk mengganti disk yang rusak dan untuk memperbaiki data pada disk tersebut)
misal: 2 buah disk, mttf masing-masing disk = 100.000 jam dan mean time to repair = 10 jam maka
mean time terhadap kehilangan data pada disk yang menggunakan mirroring adalah
1000002 / (2 * 10) = 500 x 106 jam atau sekitar 57.000 tahun
• Kerusakan pada disk yang diduplikasi dapat terjadi karena arus listrik yang terputus atau bencana alam (banjir, kebakaran atau gempa bumi).
• Biasanya kerusakan yang disebabkan arus listrik menyebabkan data yang langsung direkam pada dua disk tsb akan rusak. Hal ini dapat disiasati dengan cara data direkam pada disk yang satu, setelah selesai baru kemudian data direkam pada disk yang lain.
• Menggunakan disk lebih dari satu dapat mempercepat waktu transfer data dengan cara stripping data (blok-blok ) data disimpan pada disk yang berbeda
• Bit level stripping
tiap bit direkam pada disk yang berbeda
• Blok level stripping
tiap blok direkam pada disk yang berbeda
• Yang paling banyak digunakan adalah blok level stripping
Level raid
• Mirroring memperbaiki kehandalan tapi sangat mahal
• Stripping memperbaiki rata-rata waktu transfer tapi tidak memperbaiki kehandalan
• Macam-macam alternatif dibuat untuk membuat duplikasi dengan biaya yang murah dengan mengkombinasikan stripping dengan parity bit
• Alternatif tersebut digambarkan dengan cara membuat level-level raid
• Raid 0
a. Maksimasi paralelisasi (blok level stripping)
b. Tidak ada duplikasi data (tidak menggunakan mirroring)
c. Tidak ada error correction
d. Tidak ada fault-tolerance
• Raid 1
a. Duplikasi data untuk fault tolerance (menggunakan mirroring dengan blok level stripping)
b. Tipe paling umum
• Raid 2
a. Satu record (per pita) tersebar dalam beberapa disk (bit level stripping)
b. Data error correction (error correcting code = ecc) dalam beberapa disk untuk memungkinkan rekonstruksi data yang rusak
• Raid 3
a. Error correction dalam satu disk
b. Satu record tersebar dalam beberapa disk (lebih dari raid2)
c. Menggunakan bit level stripping
• Raid 4
a. Error correction dalam satu disk
b. Beberapa record per pita/stripe (blok level stripping)
c. Paralelisasi, tetapi lambat dalam updating karena kontensi penulisan data error correction
• Raid 5
a. Parity array yang terotasi
b. Error correction dalam disk yang sama dengan penyimpanan data
c. Paralelisasi dengan kinerja yang lebih baik dibanding raid 4
Pemilihan level raid
Faktor-faktor yang mempengaruhi level raid
• Faktor keuangan untuk permintaan jumlah disk yang banyak
• Performance dari operasi i/o
• Performance pada saat disk mengalami kerusakan
(tergantung dari mttf)
• Performance selama data pada disk yang satu rusak, data pada disk yang lain direbuilt (bangun kembali)
(tergantung mttr)
Masalah hardware
• Raid dapat diimplementasi tanpa ada perubahan pada level hardware, hanya merubah dengan software (software raid)
• Ada keuntungan lebih jika dibuat hardware yang secara khusus digunakan untuk mendukung raid (hardware raid)
• Implementasi nya pada penggunaan ram non-volatile untuk merekam data yang akan ditulis, jika listrik mati sebelum proses perekaman selesai, maka sistem dapat mengambil informasi pada ram tsb untuk menyelesaikan perekaman
Articles
- Analisa Perancangan Sistem Informasi
- Analisa Proses Bisnis
- ASP.Net
- Bahasa Indonesia
- bulan madu di bali
- Daftar Obat Generik
- Datawarehouse
- Desain Web 1
- Diskon Promo
- DPW 2
- Entrepreneurship
- honeymoon in bali
- Keamanan Komputer
- Komputer dan Masyarakat
- Konsep Sistem Informasi
- Mengulang Perkuliahan
- Metodologi Pengembangan Sistem Informsi
- Metodologi Riset
- Oracle
- Pendakian Gunung
- Pengantar Ekonomi
- Perancangan Basis Data
- Perancangan Sistem Basis Data
- Portofolio
- PPKN
- Sistem Enterprise
- Sistem Penunjang Keputusan
- SP Perancangan Sistem Basis Data
- Spesial for KASKUS
- Tambahan
- Tugas Akhir
- Tutorial
- VB.net
- VB.Net Lanjutan


No comments:
Post a Comment